Inovasi Petani Malang: Pembibitan Padi di Lahan Kering Lebih Praktis dan Efisien

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 8 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Inovasi di sektor pertanian terus berkembang, termasuk di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sejumlah petani lokal mulai menerapkan metode baru dalam proses pembibitan padi, yang sebelumnya hanya dilakukan di sawah, kini beralih ke lahan kering.

Cara ini dinilai lebih praktis, efisien, dan menjanjikan hasil yang tidak kalah optimal dibanding metode konvensional.

Gunawan, seorang petani sekaligus pelaku usaha pembibitan padi, menjelaskan bahwa pada awalnya ia dan rekan-rekannya hanya fokus menanam padi langsung di sawah.

Namun, keterbatasan curah hujan dan kondisi tenaga kerja yang semakin sulit, mendorong mereka untuk mencari alternatif yang lebih efektif.

Salah satu solusi yang akhirnya mereka terapkan adalah pembibitan di lahan kering.

Baca Juga :  5 Bansos Siap Cair Mulai 12 September 2025, Begini Cara Cek Status Sesuai Data KPM!

Ia mengungkapkan bahwa teknik ini memanfaatkan media tanah yang sudah dipersiapkan dengan baik sebelumnya, di mana benih padi disemai di luar lahan sawah.

Menurutnya, metode ini terbukti lebih mudah dikontrol, tidak terlalu tergantung pada musim hujan, dan mempercepat pertumbuhan benih.

Selain itu, prosesnya juga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja seperti saat melakukan penanaman langsung di lahan basah.

Keuntungan lain yang dirasakan para petani adalah kemudahan dalam pengelolaan.

Dengan kondisi lahan yang kering, perawatan bibit menjadi lebih sederhana dan efisiensi waktu kerja meningkat.

Hal ini sangat membantu di tengah menurunnya jumlah tenaga kerja yang bersedia bekerja di sektor pertanian.

Namun demikian, Gunawan menekankan bahwa inovasi ini bukan tanpa tantangan.

Baca Juga :  Manfaat Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Salah satu kendala utama adalah kebutuhan air untuk penyiraman yang tetap harus terpenuhi secara berkala.

Selain itu, pemilihan benih unggul juga menjadi faktor krusial agar pembibitan tidak mengalami kegagalan.

Dalam upaya mengatasi kendala tersebut, Gunawan bersama para petani lainnya telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah setempat berupa kendaraan roda tiga dan pompa air.

Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kelangsungan metode pembibitan di lahan kering, terutama untuk mempercepat distribusi logistik dan pemenuhan kebutuhan air secara lebih efisien.

Walaupun masih menunggu realisasi bantuan, Gunawan optimistis bahwa metode ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan hasil pertanian di wilayah Malang.

Ia berharap, pemerintah dan pihak terkait bisa memberikan dukungan nyata agar inovasi ini terus berkembang dan bisa diadopsi secara lebih luas oleh petani lainnya.

Baca Juga :  Syarat Lengkap Pengajuan KUR BCA 2025: Panduan Terbaru untuk UMKM dan Pengusaha Pemula

Dengan pembibitan padi di lahan kering, diharapkan petani tidak lagi terlalu bergantung pada faktor cuaca, serta mampu mengurangi beban tenaga kerja yang selama ini menjadi salah satu masalah utama di bidang pertanian.

Langkah ini juga dinilai sebagai solusi tepat untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan modernisasi sektor pertanian.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru