Harga Tomat di Lumajang Anjlok, Petani Merugi

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 26 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Diberitakan bahwa petani tomat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sedang menghadapi keadaan sulit akibat anjloknya harga jual tomat di pasaran.

Dari sebelumnya berada di angka Rp25.000 per kilogram, kini harga tomat turun drastis menjadi hanya Rp12.500 per kilogram.

Muhammad Nurhadi, salah satu petani tomat di Dusun Mulyorejo, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro,

menyampaikan bahwa penurunan harga ini mulai terjadi sekitar sepuluh hari terakhir dan hingga Kamis (25/7/2025), belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Menurut Nurhadi, melimpahnya pasokan tomat di pasaran menjadi penyebab utama jatuhnya harga.

Ia menduga stok yang melimpah tidak diimbangi oleh tingginya permintaan dari pasar, yang justru cenderung menurun dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Program Bina Insan Akademia 2025: Wadah Penguatan Riset Mahasiswa Menuju Inovasi Pemuda Indonesia

“Penurunan harga ini karena permintaan pasar menurun, tidak seperti sebelumnya. Ditambah lagi banyaknya tomat yang masuk ke pasar membuat stok berlimpah,” ungkap Nurhadi saat diwawancarai pada Jumat (25/7/2025).

Kini, Nurhadi tengah menunggu masa panen tomat jenis To Siva F1 yang telah ditanam sejak dua bulan lalu.

Ia memperkirakan panen akan mulai dilakukan sekitar 15 hari ke depan karena buah tomat sudah mulai matang di pohon.

Tak hanya itu, Nurhadi juga sedang mempersiapkan tahap tanam berikutnya.

Kurang lebih  5.000 bibit tomat sudah disiapkan untuk penanaman awal dalam waktu dekat.

Sementara itu, tomat yang siap panen saat ini berasal dari sekitar 2.000 batang yang telah tumbuh dan berkembang di lahannya.

Baca Juga :  Harga Cabai di Kediri Turun, Pasokan Menyusut Tekan Cabai Merah Besar dan Keriting

“Sekarang saya sudah mulai persiapan untuk penanaman berikutnya. Mohon doanya agar semuanya lancar,” tutup Nurhadi.

Turunnya harga tomat ini menjadi pukulan berat bagi para petani, terutama di tengah biaya produksi yang terus meningkat.

Kondisi ini membuat margin keuntungan semakin tipis, bahkan bisa mengakibatkan kerugian jika harga tetap rendah saat panen tiba.

Situasi ini menggambarkan tantangan klasik yang sering dihadapi oleh petani hortikultura, yaitu fluktuasi harga yang tidak menentu akibat permainan pasar dan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Tanpa regulasi dan intervensi pasar yang tepat, nasib petani menjadi sangat tergantung pada dinamika pasar yang seringkali merugikan.

Petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat untuk menciptakan stabilitas harga,

Baca Juga :  Cek Bansos 2025 Lebih Awal, Ini Deretan Manfaat yang Bisa Anda Dapatkan

baik melalui regulasi stok maupun perluasan akses pasar agar produk pertanian mereka tetap memiliki nilai ekonomis yang layak.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru