Inovatif! Pemuda Situbondo Olah Limbah Kulit Udang Jadi Pupuk Cair Organik Ramah Lingkungan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 18 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memberikan dukungan terhadap inisiatif kreatif dari pemuda daerah yang berhasil mengolah limbah kepala udang dan cangkang kepiting menjadi pupuk cair organik.

Inovasi ini dinilai sebagai langkah positif untuk mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo, Dadang Aries Bintoro, mengungkapkan bahwa kondisi lahan pertanian saat ini mengalami penurunan kesuburan akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

Ia memberikan penegasan bahwa pemerintah daerah kini fokus menjalankan program prioritas “Mandiri Pupuk” yang digagas oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Dadang menyebutkan bahwa solusi utama dalam program tersebut adalah mendorong penggunaan pupuk organik oleh petani.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan: Imigrasi Kediri Resmikan Sumur Bor Irigasi di Dusun Bedrek Selatan

Salah satu upaya nyata yang dilakukan yakni melalui pelatihan pembuatan pupuk organik yang diberikan kepada para petani.

Ia juga menyatakan akan menginstruksikan para penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk melakukan observasi langsung terhadap pupuk cair hasil inovasi pemuda dari Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.

Pihak Dispertangan, lanjutnya, ingin memastikan kualitas dan efektivitas kandungan pupuk sebelum diaplikasikan secara luas.

Jika hasil uji lapangan dan analisis kandungan menunjukkan hasil positif, maka pemerintah akan mendukung pengembangan lebih lanjut dari produk tersebut.

Namun demikian, menurutnya, diperlukan kajian dan penelitian mendalam untuk menjamin keamanan dan manfaat jangka panjang.

Inovator pupuk organik tersebut adalah Hasan Basri, pemuda asal Desa Klatakan.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini, Sabtu 1 November 2025: Dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Ia telah mengembangkan pupuk cair dari limbah kepala udang dan cangkang kepiting selama satu tahun terakhir.

Menurut Hasan, produk tersebut terdiri atas dua varian utama, yaitu nano urea dan nano chitosan, yang masing-masing memiliki kandungan hara dan bioaktivator untuk pertumbuhan tanaman.

Hasan menjelaskan bahwa pupuk organik cair buatannya telah diuji coba pada tanaman tebu dan cabai.

Hasil yang diperoleh sangat menggembirakan, dengan pertumbuhan tanaman yang jauh lebih subur dan hasil panen meningkat.

Ia juga menyebutkan bahwa penggunaan pupuk ini sangat efisien karena hanya memerlukan sekitar dua liter untuk setiap hektare lahan.

Aplikasi pupuk dilakukan dengan melakukan konsep penyemprotan langsung ke daun, sehingga bisa lebih hemat dibandingkan pupuk konvensional yang ditebar di atas permukaan tanah.

Baca Juga :  Strategi Pemkab Bojonegoro Mengatasi Fluktuasi Harga Pertanian dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Lebih lanjut, Hasan berharap inovasi ini dapat menjadi solusi alternatif di tengah mahalnya harga pupuk kimia dan keterbatasan pasokan pupuk subsidi.

Ia menilai bahwa potensi limbah perikanan di wilayah pesisir Situbondo sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan pupuk organik berbahan limbah udang ini bisa dikembangkan secara massal dan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat
Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat
Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Berita Terkait

Monday, 27 April 2026 - 09:38 WIB

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Saturday, 25 April 2026 - 19:13 WIB

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Berita Terbaru

Kenali jenis alkohol dalam produk kosmetik dan obat, mulai dari ethanol hingga cetyl alcohol, beserta fungsi, manfaat, dan cara memilihnya tepat.

Berita

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Monday, 27 Apr 2026 - 09:38 WIB