Kopdes Merah Putih Hadir di Ponorogo, Dorong Ekonomi Desa Lebih Mandiri dan Inklusif

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 2 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Sebanyak 304 desa dan kelurahan di Kabupaten Ponorogo kini telah memiliki Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Salah satu yang telah resmi terbentuk adalah Kopdes di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong.

Pembentukan koperasi ini telah rampung, termasuk dari sisi legalitasnya, pada sebulan terakhir.

Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjalankan koperasi tersebut sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.

Ia meyakini keberadaan Kopdes Merah Putih akan memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan warga desa serta mendukung sektor-sektor vital seperti ketahanan pangan dan kesehatan.

Menurut Eko, Kopdes Merah Putih di desanya dirancang tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, namun juga mencakup berbagai bidang usaha produktif.

Baca Juga :  Desa Tejoasri Serius Bentuk Koperasi Merah Putih: Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Mandiri

Rencana usaha yang tengah disiapkan mencakup empat sektor utama: peternakan, penyediaan sarana produksi pertanian, distribusi pupuk bersubsidi dan LPG, serta pengembangan “training house” atau rumah pemasaran produk UMKM lokal.

Dengan pendekatan ini, koperasi diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat tanpa menyingkirkan pelaku usaha kecil yang telah ada di desa.

Eko menambahkan bahwa tahap selanjutnya yang sedang dilakukan adalah perekrutan anggota koperasi, yang seluruhnya berasal dari masyarakat setempat.

Untuk kepengurusan, pihak desa memprioritaskan generasi muda, baik lulusan perguruan tinggi maupun yang masih aktif sebagai mahasiswa.

Hal ini dilakukan agar pengelolaan koperasi dapat berjalan secara modern dan adaptif terhadap teknologi digital.

Baca Juga :  Strategi Bisnis Berbasis Komunitas: Kunci Ketahanan UMKM di Era Digital

Ia menilai bahwa keterlibatan pemuda dalam pengelolaan koperasi akan memberikan energi baru serta membantu transformasi sistem koperasi menuju pengelolaan berbasis teknologi informasi.

Lebih lanjut, Eko menekankan bahwa prinsip utama koperasi adalah dari, oleh, dan untuk anggota.

Dengan demikian, Kopdes Merah Putih diharapkan bisa menjadi wadah ekonomi kolektif yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.

Keberadaan koperasi ini juga diyakini mampu memperkuat struktur ekonomi desa melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan angka kemiskinan, serta mendorong desa menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

Kopdes Merah Putih sendiri merupakan program strategis nasional yang bertujuan membentuk badan usaha milik warga desa yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan lokal.

Baca Juga :  Ketersediaan Daging Sapi di Kota Batu Jelang Ramadan 2025 Dipastikan Aman

Dukungan terhadap koperasi ini diharapkan bisa menjawab tantangan ketimpangan ekonomi dan membuka akses layanan ekonomi yang lebih inklusif di tingkat desa.

Dengan pelibatan masyarakat secara langsung dalam sistem ekonomi desa, Pemerintah Desa Karangpatihan berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan yang berbasis potensi lokal dan gotong royong.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru