Warisan Budaya Madura Sambut 1 Muharram Penuh Makna: Tradisi Tajin Sorah

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Friday, 4 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Di tengah derasnya modernisasi dan perubahan zaman, masyarakat Madura tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Tradisi yang masih hidup dan lestari hingga kini, salah satunya adalah Tajin Sorah atau yang dikenal juga dengan Ter Ater Tajin Sorah.

Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan datangnya bulan Muharram atau Tahun Baru Hijriah, yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat di Kabupaten Sampang, khususnya di Desa Prajjan, Kecamatan Camplong.

Setiap tanggal 1 Muharram, warga secara gotong royong dan penuh semangat memasak bubur Suro.

Mereka kemudian berkumpul di balai desa, memanjatkan doa bersama, dan saling berbagi bubur kepada tetangga serta kerabat terdekat.

Baca Juga :  Tradisi Bubur Sapar di Madura, Warisan Budaya yang Tetap Lestari di Bulan Safar

Tradisi ini tidak sekadar aktivitas sosial, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan serta doa memohon keselamatan dan keberkahan di tahun baru.

Salah seorang warga Desa Prajjan, Abdus Salam, menyampaikan bahwa kebiasaan ini telah dilakukan sejak lama oleh para leluhur mereka.

Ia menuturkan bahwa setiap tahunnya, masyarakat tetap setia menjalankan tradisi tersebut dengan semangat kebersamaan yang tinggi.

Menurutnya, meski hanya berupa bubur sederhana dengan lauk pauk minimalis, nilai kebersamaan dan spiritualitas yang terkandung di dalamnya sangat besar.

Tradisi Tajin Sorah tidak hanya berlangsung di satu hari saja. Di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Sampang, kegiatan berbagi bubur bahkan berlanjut hingga 10 Muharram.

Baca Juga :  Tarif Impor AS Naik 32 Persen, Kadin Jatim Lihat Peluang Emas Ekspor Tekstil Indonesia

Ini menunjukkan bahwa semangat menjaga tradisi dan mempererat tali silaturahmi masih sangat kuat di tengah masyarakat Madura.

Dari sisi pemerintahan, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Abd. Basith, memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi tersebut.

Ia menilai bahwa Tajin Sorah bukan sekadar ritual tahunan, tetapi merupakan wujud kearifan lokal yang mengandung nilai sosial dan spiritual.

Basith menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Ia berharap agar para pemuda Madura tidak hanya menjadi penikmat tradisi, tetapi juga turut berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Baca Juga :  Disperindag Pamekasan Gelar Sosialisasi dan Pelatihan untuk Pengelolaan Industri Tembakau

Menurutnya, kekuatan budaya lokal seperti Tajin Sorah adalah identitas yang harus terus dipertahankan di tengah gempuran budaya asing.

Dengan tradisi seperti ini, masyarakat Madura tidak hanya memperkuat jalinan sosial antarwarga,

tetapi juga menunjukkan bahwa warisan budaya bisa tetap eksis dan relevan di masa kini, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai luhur yang telah menjadi bagian dari jati diri mereka.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru