Disperindag Terus Awasi Distribusi Gas LPG untuk Cegah Kerugian Masyarakat

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 12 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan bahwa gas LPG yang beredar di berbagai wilayah telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Namun, upaya pengawasan tidak berhenti pada tahap pemeriksaan awal saja.

Kepala Disperindag, Deddy, menegaskan pihaknya akan terus melakukan penelusuran di lapangan guna memastikan tidak ada pelanggaran yang merugikan konsumen.

Menurutnya, meskipun hasil pengecekan di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) menunjukkan kesesuaian dengan standar, kemungkinan pelanggaran di tingkat pengecer atau agen tetap harus diwaspadai.

Deddy mengungkapkan, penyimpangan bisa saja terjadi di berbagai titik distribusi. Misalnya, saat pengisian di SPPBE sudah sesuai aturan, tetapi pada level pengecer terdapat praktik yang mengurangi kuantitas gas.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Memahami Skema dan Jenis KUR BRI untuk UMKM agar Pengajuan Lebih Tepat Sasaran

Bukan hanya itu, kondisi tabung yang tidak layak pakai juga bisa memengaruhi kualitas dan keamanan penggunaan LPG.

Ia menekankan bahwa seluruh rantai distribusi akan dipastikan sesuai standar. Mulai dari kualitas isi gas, keaslian segel, hingga kelayakan tabung.

Langkah ini diambil untuk menjamin perlindungan konsumen dan mencegah potensi kerugian yang dapat merugikan masyarakat luas.

Di sisi lain, Deddy mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengawasan distribusi LPG.

Ia mengimbau warga agar segera melapor apabila mendapati atau mencurigai isi gas yang digunakan tidak sesuai ketentuan resmi.

Dengan adanya laporan tersebut, pihaknya dapat melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui titik terjadinya kekurangan kuantitas.

Apakah penyimpangan terjadi di tingkat produsen, agen, atau pengecer, semuanya akan ditelusuri secara detail.

Baca Juga :  Memanfaatkan Teknologi untuk Meningkatkan Efisiensi UMKM

Menurut Deddy, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan konsumen sangat penting dalam menjaga kualitas distribusi LPG.

Pengawasan yang berkesinambungan dan keterlibatan masyarakat diharapkan dapat meminimalkan praktik curang yang merugikan.

Disperindag sendiri telah memiliki mekanisme pemeriksaan rutin di berbagai titik distribusi.

Pemeriksaan ini mencakup verifikasi berat isi, pemeriksaan kondisi tabung, serta pengawasan peredaran tabung yang sudah tidak layak.

Apabila ditemukan pelanggaran, pihaknya siap memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ke depan, Deddy memastikan bahwa pengawasan akan diperketat, terutama menjelang periode dengan permintaan tinggi seperti bulan puasa dan hari raya.

Hal ini untuk memastikan ketersediaan, kualitas, dan keamanan gas LPG tetap terjaga.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah di Sumenep Meroket, Pedagang dan Konsumen Mengeluh

Dengan komitmen ini, diharapkan masyarakat dapat menggunakan LPG dengan tenang tanpa khawatir akan kualitas atau kuantitas yang tidak sesuai standar.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru