Pertumbuhan Ekonomi Sampang Turun 1,3 Persen, Cuaca dan Daya Beli Jadi Penyebab Utama

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 6 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pada tahun 2024 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sampang  tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 1,3 persen.

Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian di daerah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perekonomian Sekretariat Kabupaten Sampang, Kustantinah, menjelaskan bahwa fluktuasi cuaca yang tidak menentu pada tahun lalu telah berdampak langsung terhadap hasil panen.

Penurunan produksi pertanian ini kemudian memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi non-migas di Sampang masih berada di angka 4,53 persen, namun di tahun 2024 turun menjadi hanya 3,23 persen.

Kustantinah menegaskan bahwa penurunan ini tidak bisa dianggap sepele karena memiliki dampak berantai terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Strategi Jitu UMKM: Riset Pasar dan Analisis Kompetitor untuk Bertahan dan Berkembang

Jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut berpotensi memperburuk perekonomian daerah ke depannya.

Ia menilai, sektor pertanian yang selama ini menjadi motor penggerak utama harus mendapat perhatian khusus agar dapat kembali pulih dan menopang pertumbuhan ekonomi.

Bukan hanya persoalan sektor pertanian, Kustantinah juga menyoroti lemahnya daya beli masyarakat yang ikut memperlambat pergerakan ekonomi di Sampang.

Rendahnya kemampuan masyarakat untuk membeli barang dan jasa menyebabkan perputaran ekonomi menjadi tidak optimal.

Hal ini diperparah dengan rendahnya angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita di wilayah tersebut yang menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat masih relatif kecil dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.

Ia menambahkan, kedua faktor ini saling berkaitan dan memperburuk kondisi ekonomi daerah.

Baca Juga :  Peringati Hari Koperasi ke-78, Wabup Sampang Ajak Warga Bangun Koperasi Inovatif dan Berdaya Saing

Melemahnya sektor pertanian berdampak pada berkurangnya pendapatan masyarakat, yang pada akhirnya menekan daya beli.

Ketika daya beli melemah, aktivitas ekonomi pun berjalan lambat, sehingga sulit untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

Kustantinah juga menekankan pentingnya upaya bersama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mencari solusi yang dapat memulihkan perekonomian.

Menurutnya, langkah-langkah seperti modernisasi sektor pertanian, peningkatan infrastruktur pendukung, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu segera dilakukan.

Dengan demikian, diharapkan pertumbuhan ekonomi Sampang dapat kembali ke jalur positif.

Meski menghadapi tantangan yang berat, Kustantinah optimistis bahwa perekonomian Sampang masih memiliki potensi besar untuk bangkit.

Potensi sumber daya alam yang melimpah dan semangat masyarakat dinilai sebagai modal penting untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Strategi Pemasaran Digital: Kunci UMKM Bertahan dan Berkembang di Era Modern

“Pemerintah daerah harus mampu mengoptimalkan potensi yang ada dan memberikan perhatian khusus pada sektor-sektor strategis yang bisa menjadi penggerak utama ekonomi,” ujarnya menegaskan dalam kesempatan yang sama.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sampang di tahun-tahun mendatang bisa kembali meningkat, sekaligus membawa dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru