Rutan Situbondo Panen Terong dan Selada, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 2 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo kembali mencatat keberhasilan dalam mendukung ketahanan pangan melalui panen terong dan selada yang dilakukan di area Branggang, Sabtu (2/8/2025).

Program pertanian ini menjadi wujud nyata komitmen Rutan dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memberikan pembinaan produktif bagi warga binaan.

Suwono, Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, mengatakan bahwa panen kali ini berhasil menghasilkan puluhan kilogram sayuran segar.

Terong yang dipanen mencapai 30 kilogram, sementara selada sebanyak 25 kilogram. Menurutnya, hasil ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dan 13 Program Akselerasi Menteri Hukum dan HAM.

Suwono menuturkan bahwa program pertanian tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat dan bergizi bagi warga binaan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata Rutan Situbondo dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan ekonomi.

Baca Juga :  TNI Aktif Dukung Ketahanan Pangan Lewat Pengubinan Sawah di Bangkalan

Sebagian besar hasil panen digunakan untuk konsumsi internal di rutan, sementara sebagian lainnya dijual kepada masyarakat sekitar.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan panen melibatkan pegawai rutan bersama sejumlah warga binaan yang diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses bertani.

Menurutnya, aktivitas ini tidak hanya membuktikan kemampuan teknis dalam bercocok tanam, tetapi juga menjadi bagian penting dari program pembinaan produktif yang bermanfaat bagi para warga binaan.

Suwono menambahkan bahwa keberhasilan panen terong dan selada menunjukkan keseriusan Rutan Situbondo dalam memberikan pendampingan dan keterampilan yang dapat berguna bagi warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Ia menilai bahwa bertani adalah salah satu cara efektif untuk membangun kemandirian dan tanggung jawab, sekaligus memberikan peluang positif bagi para narapidana untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Penyesuaian Data dan Regulasi Baru Menjadi Kendala Pencairan Dana Desa dan ADD Tahap 1 di Sampang

Lebih jauh, Suwono menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya.

Menurutnya, pendekatan ketahanan pangan yang dilakukan Rutan Situbondo dapat menjadi contoh dalam menciptakan program pembinaan yang tidak hanya fokus pada perbaikan mental,

tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis yang bisa membantu warga binaan di masa yang akan datang.

Rutan Situbondo berkomitmen untuk terus mengembangkan program pertanian serupa, tidak hanya terbatas pada terong dan selada, tetapi juga komoditas pangan lainnya.

Dengan upaya tersebut, diharapkan kontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional dapat semakin nyata, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar.

Suwono menegaskan bahwa pihaknya ingin membuktikan bahwa warga binaan, meskipun berada dalam masa pembinaan, tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  THR Pensiunan 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Resminya di Taspen

Program pertanian ini, menurut pendapatnya, menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Rutan Situbondo bukan sekadar menekankan pembentukan karakter, melainkan juga pemberdayaan secara ekonomi.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru