FESyar SAMARA 2025 Bondowoso: Bukti Nyata Sinergi Ekonomi Syariah untuk Pertumbuhan Daerah

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) SAMARA 2025 resmi berakhir pada Minggu malam, 31 Agustus 2025, di Alun-Alun Raden Bagus Asra, Bondowoso.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso ini menjadi momentum penting dalam mengembangkan potensi ekonomi syariah di tingkat regional.

Tema yang diangkat, “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Regional”,

menegaskan komitmen berbagai pihak untuk memperkuat peran ekonomi syariah sebagai penopang pertumbuhan daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I, hadir mewakili pemerintah daerah bersama jajaran kepala OPD dalam acara penutupan tersebut.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap keberlangsungan festival yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  Cara Menentukan Nama Brand yang Menarik untuk UMKM: Strategi Efektif Membangun Identitas Usaha

Perwakilan Deputi Kepala BI Jember, Gunawan, menyampaikan bahwa antusiasme peserta dan masyarakat sangat luar biasa.

Menurutnya, jumlah UMKM yang berpartisipasi kali ini mencapai lebih dari 150, menjadikannya jumlah terbanyak dibandingkan dengan penyelenggaraan festival sebelumnya.

Tidak hanya itu, hasil ekonomi yang dicapai juga cukup signifikan, di mana total omzet transaksi selama tiga hari pelaksanaan tercatat sebesar Rp1,56 miliar.

Selain transaksi ekonomi, rangkaian acara FESyar SAMARA 2025 juga diperkaya dengan berbagai kegiatan menarik.

Festival ini menghadirkan perlombaan yang menonjolkan nilai budaya dan kreativitas masyarakat, seperti Lomba Hadrah serta Muslim Fashion Show Batik yang memadukan seni, tradisi, dan inovasi.

Pada puncak penutupan, panitia memberikan apresiasi kepada para pemenang lomba yang telah digelar selama festival, antara lain Lomba Nasyid, Kids Muslim Fashion Show, dan Lomba Hadrah.

Baca Juga :  Kenaikan Pajak 10 Persen Dinilai Memberatkan UMKM: Pelaku Usaha di Malang Minta Kebijakan yang Lebih Berpihak

Penyerahan hadiah ini menjadi bentuk penghargaan terhadap bakat lokal sekaligus motivasi agar kreativitas terus berkembang.

FESyar SAMARA 2025 tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi juga hadir sebagai platform strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Bondowoso dan sekitarnya.

UMKM yang berpartisipasi mendapatkan kesempatan besar untuk memperluas jaringan, mempromosikan produk, sekaligus meningkatkan kapasitas usaha melalui kegiatan edukatif yang disediakan.

Festival ini juga memperkuat peran ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan para pelaku UMKM, tercipta ekosistem ekonomi yang lebih sehat, inklusif, serta berkelanjutan.

Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini diharapkan dapat menjadikan FESyar SAMARA sebagai agenda tahunan yang dinantikan masyarakat.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Mikro: Kriteria dan Contoh dalam Perekonomian Lokal

Dengan capaian yang positif, festival ini berpotensi terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi ketahanan ekonomi daerah sekaligus pengembangan industri halal di tingkat regional.

Pemerintah daerah bersama BI Jember optimis bahwa keberlangsungan kegiatan semacam ini akan semakin memperkuat sinergi berbagai pihak.

Pada akhirnya, festival tidak hanya bermanfaat bagi pelaku UMKM, tetapi juga membuka jalan bagi penguatan ekonomi syariah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru