Harga Cabai di Kediri Naik Tajam: Cabai Keriting dan Cabai Besar Melonjak Drastis

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, kembali mencatat kenaikan harga komoditas cabai pada Sabtu (20/9/2025).

Berdasarkan laporan resmi dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kediri, dua jenis cabai utama yaitu Cabai Merah Keriting (CMK) dan Cabai Merah Besar (CMB) mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.

Menurut laporan tersebut, kenaikan ini terjadi akibat berkurangnya pasokan cabai di pasaran serta kembali terhentinya pengiriman ke wilayah Kalimantan dan luar Jawa.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang maupun konsumen.

Detail Harga Cabai Merah Keriting

Cabai Merah Keriting menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi. Varietas Boos Tavi yang sebelumnya dijual Rp37.000 per kilogram kini naik Rp10.000 sehingga mencapai Rp47.000 per kilogram.

Varietas lain yaitu Sibad juga mengalami lonjakan serupa, dari Rp35.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

Lonjakan harga ini membuat pedagang dan konsumen semakin waspada, karena cabai keriting merupakan salah satu bahan utama untuk kebutuhan dapur sehari-hari maupun industri kuliner.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit di Kota Blitar Tembus Rp80 Ribu Jelang Natal dan Tahun Baru 2026

Harga Cabai Merah Besar Juga Ikut Naik

Selain cabai keriting, harga Cabai Merah Besar (CMB) juga meningkat. Varietas Gada MK naik Rp6.000 dari Rp32.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.

Varietas Imola juga ikut terkerek, dari Rp30.000 menjadi Rp36.000 per kilogram. Sedangkan varietas Sandi 08 yang sebelumnya Rp29.000 kini naik menjadi Rp35.000 per kilogram.

Kenaikan harga CMB ini turut menambah beban industri makanan dan rumah tangga, karena cabai besar sering digunakan sebagai bahan baku utama dalam berbagai masakan tradisional maupun modern.

Harga Cabai Rawit Merah Masih Stabil

Berbeda dengan cabai keriting dan cabai besar, harga Cabai Rawit Merah (CRM) cenderung stabil. Varietas Brengos 99 tetap di harga Rp27.000 per kilogram, Asmoro 043 Rp25.000 per kilogram, dan Prentol/Tumi 99 di Rp20.000 per kilogram.

Baca Juga :  Meski Daya Beli Turun, Harga Cabai di Kediri Tetap Stabil: Ini Rinciannya

Stabilnya harga cabai rawit merah sedikit memberikan keseimbangan di tengah lonjakan harga jenis cabai lainnya, meskipun kebutuhan konsumen tetap menuntut pasokan yang lebih besar.

Pasokan dan Pengiriman Cabai

Data dari APCI menunjukkan bahwa pasokan cabai dari berbagai daerah masih berjalan, meski tidak sebanyak biasanya.

Untuk cabai merah besar, suplai datang dari Kediri, Malang, Blitar, dan Jember dengan total 5 ton. Sementara itu, cabai merah keriting dari wilayah Kediri hanya mencapai 0,5 ton.

Adapun cabai rawit merah masih menjadi komoditas dengan pasokan terbesar, yaitu 12 ton yang berasal dari Kediri, Malang, dan Jombang.

Dari sisi distribusi, Pasar Induk Pare tetap mengirimkan cabai ke wilayah Jabodetabek, termasuk 1,5 ton cabai rawit merah.

Namun, pengiriman ke Kalimantan masih libur, sehingga menekan jumlah pasokan ke luar Jawa.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Operator dan Field Chemical PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Kediri Tahun 2025

Penyebab Kenaikan Harga

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi karena berkurangnya pasokan di pasar ditambah dengan penghentian sementara pengiriman cabai ke luar Jawa.

Menurutnya, kondisi ini memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan stok, sehingga harga otomatis melonjak.

Kenaikan harga cabai keriting dan cabai merah besar di Kediri menjadi perhatian utama masyarakat dan pelaku industri.

Dengan lonjakan Rp10 ribu hingga Rp6 ribu per kilogram, beban ekonomi rumah tangga semakin berat, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada bahan pokok ini.

Sementara cabai rawit merah masih stabil, keberlanjutan pasokan tetap harus dijaga. Harapan ke depan, distribusi cabai ke luar Jawa segera normal kembali agar harga bisa terkendali dan tidak membebani konsumen.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru