Harga Cabai di Kediri Turun, Pasokan Menyusut Tekan Cabai Merah Besar dan Keriting

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Menjelang akhir September 2025, harga cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, tercatat mengalami fluktuasi.

Berdasarkan rilis resmi Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kediri, Minggu (28/9/2025), pasokan yang semakin terbatas membuat harga cabai merah besar dan cabai merah keriting turun beberapa ribu rupiah per kilogram.

Harga cabai merah besar (CMB) varietas Gada MK yang semula Rp40.000 kini turun Rp2.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.

Penurunan serupa juga dialami varietas Imola, dari Rp38.000 menjadi Rp36.000 per kilogram.

Adapun varietas Sandi 08 turun dari Rp37.000 ke Rp35.000 per kilogram.

Untuk cabai merah keriting (CMK), penurunan lebih terasa. Varietas Boos Tavi turun Rp3.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, sementara varietas Sibad juga terkoreksi Rp3.000 menjadi Rp33.000 per kilogram.

Baca Juga :  Harga Cabai di Pasar Induk Pare Menurun, Pasokan Tetap Melimpah

Berbeda dengan CMB dan CMK, harga cabai rawit merah (CRM) relatif stabil meski pasokan di pasar berkurang.

Varietas Brengos 99 tetap di Rp29.000 per kilogram, varietas Asmoro 043 bertahan di Rp27.000 per kilogram, dan varietas Prentol/Tumi 99 berada di Rp22.000 per kilogram.

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menyampaikan bahwa penurunan harga pada CMB dan CMK lebih dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan, khususnya untuk kebutuhan pasar lokal Jawa Timur.

Sementara CRM masih mampu bertahan meski kondisi pasokan juga tertekan.

Dari sisi distribusi, Pasar Induk Pare tetap mengirimkan cabai ke beberapa wilayah besar, meski jumlahnya terbatas.

Pengiriman ke Jabodetabek meliputi 0,5 ton cabai keriting dan 1,5 ton cabai rawit merah. Untuk kebutuhan industri, serapan mencapai 3 ton cabai rawit merah serta 0,5 ton cabai keriting.

Baca Juga :  Pemkot Kediri Salurkan Bantuan Rehabilitasi RTLH 2025, 161 Rumah Tak Layak Huni Siap Direnovasi

Sementara itu, pengiriman cabai ke Kalimantan masih belum berjalan alias libur.

Pasokan cabai merah besar yang masuk ke Pasar Induk Pare berasal dari beberapa daerah sentra produksi seperti Kediri, Jember, Malang, dan Probolinggo dengan total sekitar 4,5 ton.

Untuk cabai merah keriting, jumlahnya lebih sedikit, yakni 1 ton yang sebagian besar dipasok dari Kediri dan Jember.

Adapun pasokan cabai rawit merah lebih melimpah, yakni 10 ton, yang bersumber dari Kediri, Malang, dan Jombang.

Pergerakan harga cabai di Pasar Induk Pare Kediri pada akhir September 2025 menunjukkan tren penurunan khususnya pada cabai merah besar dan cabai merah keriting.

Penyebab utamanya adalah pasokan yang terbatas, sementara permintaan tetap tinggi, terutama untuk kebutuhan lokal Jawa Timur.

Baca Juga :  Duta Pengangguran, Ikon Baru Agro-Eduwisata Kota Malang dengan Wisata Petik Anggur dan Edukasi Pertanian Modern

Cabai rawit merah masih relatif stabil meskipun pasokannya juga terpangkas.

Dengan kondisi ini, pasar berharap ada kestabilan pasokan dari sentra produksi agar harga tidak terus mengalami fluktuasi yang memberatkan petani maupun konsumen.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru