Sidoarjo Dinilai Berpotensi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Nasional

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 20 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kabupaten Sidoarjo disebut-sebut memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Pandangan ini disampaikan oleh Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), dalam kegiatan diseminasi program ekonomi kreatif yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama DPR RI di Sidoarjo, Sabtu (20/9/2025).

Menurut BHS, ekonomi kreatif bukan sekadar industri hiburan, melainkan telah berkembang menjadi sumber pendapatan penting bagi bangsa.

Ia menyoroti bahwa kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai Rp1.500 triliun dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sekitar 26 juta orang.

BHS menekankan bahwa peran ekonomi kreatif sangat strategis, tidak hanya karena nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga karena mampu menghadirkan identitas bangsa serta hiburan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga :  Peluang Bisnis Biro Jasa Samsat: Solusi Praktis Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Timur

Lebih jauh, BHS menjelaskan bahwa Sidoarjo memiliki keunggulan tersendiri dibanding daerah lain.

Kabupaten ini berada di posisi strategis karena dikelilingi kota-kota besar seperti Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan.

Selain itu, jumlah penduduknya yang besar ditambah upah minimum tertinggi di Jawa Timur menjadikan Sidoarjo sebagai daerah dengan daya beli kuat.

“Pasar sudah terbentuk secara alami. Dari arah barat ke timur, utara ke selatan, semua jalur transportasi melewati Sidoarjo,” terang BHS. Ia juga menyebut bahwa 17 subsektor ekonomi kreatif telah hadir di daerah ini.

Selain faktor geografis, Sidoarjo memiliki akar budaya yang kuat sejak era kerajaan Jenggolo hingga Majapahit, yang bisa menjadi modal berharga dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya.

Baca Juga :  Lonjakan Harga Kedelai Impor Tekan Produksi Tahu dan Tempe di Sidoarjo

Hal ini dinilai sebagai peluang luar biasa untuk menjadikan Sidoarjo sebagai lokomotif baru dalam industri kreatif nasional.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Cecep Rukendi, menyatakan bahwa Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, masuk dalam prioritas nasional dalam pengembangan sektor ini.

Menurutnya, daerah dengan basis budaya yang kuat biasanya lebih cepat berkembang dalam bidang ekonomi kreatif.

Cecep menekankan bahwa kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat Sidoarjo bisa menjadi fondasi utama dalam mengembangkan industri kreatif.

Ia menyebut pentingnya terus meningkatkan kualitas kreativitas agar Sidoarjo mampu bersaing, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di kancah nasional.

“Kami mendorong agar Sidoarjo bisa menjadi pusat kebangkitan ekonomi kreatif, baik untuk Jawa Timur maupun Indonesia. Jika potensi sebesar ini tidak bisa dimanfaatkan, tentu akan sangat disayangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Karang Taruna Sidodadi Hadirkan Inovasi EcoChar: Gerakan Pemuda untuk Desa Berkelanjutan

Baik dari sisi DPR RI maupun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, keduanya optimistis bahwa Sidoarjo mampu bangkit sebagai motor pertumbuhan ekonomi kreatif.

Potensi besar yang ada, mulai dari pasar lokal yang kuat, lokasi strategis, hingga dukungan budaya, dianggap sebagai modal besar untuk menjadikan Sidoarjo sejajar dengan kota-kota besar lain di Indonesia dalam hal pengembangan ekonomi kreatif.

Dengan strategi tepat dan dukungan pemerintah pusat maupun daerah, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, Sidoarjo akan dikenal sebagai pusat ekonomi kreatif nasional yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB dan kesejahteraan masyarakat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru