Pemkab Jember Tuntaskan Penyaluran Honor Guru Ngaji 2025: 14.600 Penerima Sudah Terima Haknya

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 18 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji dengan menuntaskan penyaluran honorarium tahun 2025 di seluruh wilayah.

Hingga pertengahan Oktober 2025, tercatat sebanyak 14.600 guru ngaji telah menerima haknya sesuai dengan daftar penerima yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Jember.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata pemerintah daerah untuk memberikan penghargaan dan dukungan kepada para pengajar ngaji yang selama ini berperan penting dalam membangun moral dan karakter generasi muda Jember.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa proses pencairan dilakukan secara bertahap di 31 kecamatan agar distribusi dana bisa berjalan tertib dan tepat sasaran.

Menurutnya, hingga Kamis (16 Oktober 2025), penyaluran tahap pertama telah tuntas di 23 kecamatan, sedangkan delapan kecamatan sisanya dijadwalkan selesai pada awal pekan berikutnya.

Baca Juga :  Bank Jatim Cabang Bondowoso Perkuat Dukungan bagi UMKM melalui Program KUR

Nurul menyampaikan bahwa beberapa kendala teknis sempat muncul selama proses distribusi, di antaranya perbedaan penulisan nama, kesalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta keterlambatan pembukaan rekening di Bank Jatim oleh sebagian penerima.

Namun, pemerintah memastikan seluruh penerima tetap akan memperoleh haknya begitu verifikasi administrasi diselesaikan.

“Sekitar 6.700 penerima di delapan kecamatan seperti Arjasa, Ajung, Gumukmas, Umbulsari, Silo, Rambipuji, Bangsalsari, dan Pakusari akan menerima honor mereka dalam tahap kedua,” jelas Nurul.

Proses pencairan di sejumlah kecamatan dilakukan langsung di kantor desa untuk mempermudah akses para penerima.

Salah satunya di Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, di mana petugas Bank Jatim hadir langsung agar para guru ngaji tidak perlu datang ke kantor cabang bank.

Baca Juga :  Kinerja APBN KPPN Malang 2025 Tumbuh Positif, Pendapatan Capai Rp45,6 Triliun hingga Mei

Dari 31 penerima di desa tersebut, 29 orang sudah menerima honorarium, sementara dua penerima lainnya masih menunggu penyelesaian administrasi rekening.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon, Siti Muslihatin, memberikan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang mempermudah pencairan tanpa memungut biaya tambahan.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses berjalan lancar, transparan, dan tanpa potongan sepeser pun.

Menurutnya, penghargaan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah benar-benar menghargai peran guru ngaji sebagai pilar pendidikan keagamaan di desa.

Pemerintah Kabupaten Jember memastikan bahwa seluruh mekanisme penyaluran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Setiap tahapan diawasi secara ketat untuk memastikan dana diterima langsung oleh penerima yang berhak tanpa perantara atau pemotongan.

Baca Juga :  Petani Jember Selatan Hadapi Serangan Hama Ulat Frugiperda pada Tanaman Jagung

Program honorarium guru ngaji ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga simbol penghormatan terhadap jasa mereka dalam membina akhlak generasi muda.

Melalui program ini, Pemkab Jember berharap semangat para guru ngaji tetap terjaga dalam mendidik anak-anak dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Pemerintah pun berkomitmen untuk terus memperkuat program kesejahteraan berbasis keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat di tingkat akar rumput.

Dengan tersalurnya honorarium kepada 14.600 guru ngaji di seluruh kecamatan, Pemkab Jember menegaskan posisinya sebagai daerah yang peduli terhadap kesejahteraan pendidik nonformal.

Program ini menjadi bukti bahwa penghargaan terhadap pengabdian dan ketulusan para guru ngaji bukan hanya sebatas ucapan, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata dan pelaksanaan yang transparan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru