Petani Milenial Sumenep Tampil di Ajang Inovasi Hortikultura Jawa Timur 2025, Buktikan Pertanian Bisa Keren dan Modern

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 18 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Tiga petani muda asal Kabupaten Sumenep, Madura, berhasil mencuri perhatian di Ajang Inovasi Petani Milenial Hortikultura Jawa Timur 2025.

Mereka membawa gagasan kreatif yang memadukan potensi lokal dengan pendekatan pertanian modern berbasis teknologi dan keberlanjutan.

Salah satu peserta, Subaidi dari Desa Kasengan, menghadirkan inovasi berjudul “Bosan Kerja di Ibu Kota, Pemuda Milenial Kembangkan POC Bamisang untuk Cabe.”

Ide tersebut berfokus pada produksi pupuk organik cair (POC) lokal yang ramah lingkungan dan mampu meningkatkan produktivitas tanaman cabai di tingkat petani desa.

Ajang ini menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk menampilkan inovasi mereka, baik dalam aspek on farm (produksi pertanian) maupun off farm (pengolahan dan pemasaran hasil hortikultura).

Produk yang dikembangkan beragam, mulai dari sayuran, buah-buahan, tanaman obat, hingga tanaman hias dengan nilai ekonomi tinggi.

Baca Juga :  Usai Lebaran, Harga Cabai Rawit di Sumenep Anjlok Tajam hingga Rp70 Ribu per Kilogram

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep melalui KJF Penyuluh DKPP, Dewo Ringgih, menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian tiga petani milenial tersebut.

Ia menilai keberhasilan mereka bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga buah dari pembinaan berkelanjutan oleh penyuluh pertanian di tingkat lapangan.

Menurut Dewo, para peserta tersebut menunjukkan bahwa pertanian kini bukan lagi pekerjaan tradisional, melainkan sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan inovasi dan sentuhan teknologi.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kreativitas petani milenial ini. Mereka membuktikan bahwa pertanian bisa dikelola secara modern, inovatif, dan tetap menguntungkan,” ujarnya pada Sabtu (18/10/2025).

Dewo menjelaskan, masing-masing peserta mengangkat potensi khas dari desanya namun dikembangkan dengan cara baru yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Operasi Pasar Murah Pemkab Sumenep, Langkah Strategis Kendalikan Inflasi Ramadan

Ia mencontohkan, Fauzan, salah satu peserta lainnya, berupaya menghidupkan kembali kejayaan jeruk khas Sumenep yang dulu terkenal hingga luar daerah.

Sementara itu, Saiful memfokuskan inovasinya pada gerakan pemuda desa untuk mencapai kemandirian pangan melalui sistem pertanian terpadu.

“Dari inovasi mereka terlihat bahwa pertanian lokal bisa naik kelas jika disentuh dengan ide-ide kreatif dan semangat wirausaha,” tambah Dewo.

Lebih lanjut, Dewo menyampaikan bahwa DKPP Sumenep akan terus memberikan pendampingan dan dukungan terhadap petani muda agar ide-ide mereka tidak berhenti di ajang lomba saja, tetapi bisa diterapkan secara nyata di lapangan.

Pemerintah daerah, menurutnya, tidak hanya ingin mencetak juara kompetisi, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha pertanian muda yang mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan Lokal, Kapolres Sumenep Apresiasi Inovasi Pertanian Tumpang Sari Warga Desa Pabian

“Harapan kami, para milenial ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi petani muda lainnya. Pertanian kini bisa dilakukan dengan pendekatan bisnis, inovasi, bahkan strategi branding produk lokal agar lebih kompetitif,” ungkap Dewo.

Ia menegaskan bahwa DKPP Sumenep akan terus berkomitmen mendukung program regenerasi petani serta mendorong terciptanya ekosistem pertanian kreatif yang mandiri dan berkelanjutan.

Partisipasi tiga petani muda asal Sumenep dalam ajang Inovasi Hortikultura Jawa Timur 2025 membuktikan bahwa pertanian kini menjadi sektor yang menarik dan menjanjikan bagi generasi muda.

Dengan semangat dan inovasi, mereka menjadikan pertanian bukan hanya soal bertani, tetapi juga tentang kreativitas, peluang bisnis, dan keberlanjutan lingkungan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru