Polsek Batang-Batang Dukung Ketahanan Pangan Lewat Program Pekarangan Pangan Bergizi dan Sekolah Lapang Jagung Hibrida

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 21 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Batang-Batang, Polres Sumenep, menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung ketahanan pangan lokal melalui pelaksanaan Program 1: Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang merupakan bagian dari Asta Cita Gugus Tugas Polri Penggerak Ketahanan Pangan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Somor Bato, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, pada Selasa (21/10/2025).

Dalam acara ini, Polsek Batang-Batang bersama para petani mengadakan Kursus Tani Sekolah Lapang Tematik dengan fokus pada budi daya jagung hibrida serta pelaksanaan ubinan di lahan milik warga.

Acara diikuti oleh berbagai pihak, mulai dari personel Polsek Batang-Batang, perwakilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Batang-Batang, Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), hingga Kelompok Wanita Tani (KWT) dari berbagai desa di wilayah kecamatan tersebut.

Baca Juga :  Komitmen Putus Rantai Kemiskinan, Khofifah Serahkan Bantuan Sosial Rp 1,6 Miliar di Pasuruan

Menurut Kapolsek Batang-Batang, Iptu Ratman Desianto, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah edukasi bagi petani, tetapi juga bentuk kepedulian Polri terhadap kemandirian pangan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Polri berupaya hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, namun juga dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi rakyat.

Melalui program ini, Polsek Batang-Batang berusaha memotivasi masyarakat agar mampu memanfaatkan pekarangan rumah serta lahan produktif secara maksimal demi meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan keluarga.

Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah pelaksanaan ubinan di lahan milik Hartawan Mukhlisin, seluas 0,25 hektar.

Berdasarkan hasil perhitungan awal, lahan tersebut diperkirakan menghasilkan 5,6 ton jagung hibrida NK Sumo 7328 (jagung basah).

Baca Juga :  Produk Lokal Sulit Ditampung Minimarket, UMKM Kediri Harapkan Perhatian Serius Pemerintah

Panen raya direncanakan akan digelar pada Rabu, 22 Oktober 2025, dengan melibatkan para peserta Sekolah Lapang Tematik.

Hasil tersebut dinilai sebagai indikator positif bagi peningkatan produktivitas pertanian lokal dan sekaligus bukti nyata bahwa pelatihan dan pendampingan teknis dapat memberikan hasil yang optimal bagi petani.

Kapolsek Batang-Batang menegaskan, program seperti ini merupakan strategi penting Polri dalam mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi lintas sektor antara Polri, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.

Iptu Ratman berharap agar wilayah Batang-Batang bisa menjadi contoh daerah yang mandiri dan tangguh dalam ketahanan pangan, serta berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya pertanian.

Baca Juga :  Cara Mudah Cek Penerima BPNT Oktober 2025 dengan NIK KTP Secara Online

Menurutnya, semangat gotong royong dan kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini mampu memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertanian berkelanjutan.

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan antusias dari para peserta.

Para petani menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena membuka wawasan baru tentang teknik budi daya jagung modern yang efisien dan produktif.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terkait

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Berita Terbaru