BPJS Kesehatan Pamekasan Perkuat Transparansi dan Pengawasan untuk Wujudkan JKN Berkelanjutan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan terus menunjukkan keseriusan dalam memastikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan secara bersih, akuntabel, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah strategis yang diarahkan untuk memperbaiki kualitas layanan dan menjaga kesiapan sistem pembiayaan kesehatan nasional agar tetap stabil dalam jangka panjang.

Program JKN sebagai penopang layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat membutuhkan tata kelola yang kuat dan bebas dari praktik merugikan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari, menegaskan bahwa keberlanjutan JKN tidak terlepas dari integritas para pemangku kepentingan di semua lini.

Mulai dari tenaga kesehatan, pimpinan fasilitas kesehatan, hingga regulator pemerintah, semuanya memiliki peranan penting dalam menjaga agar penyelenggaraan program tetap berada di jalur yang benar.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Polres Pamekasan Panen Lele dan Hortikultura dari Pekarangan Asrama

Menurut Galih, salah satu ancaman terbesar terhadap stabilitas JKN adalah fraud, yakni penyimpangan atau kecurangan yang dapat menimbulkan kerugian finansial dan mengganggu kualitas layanan kepada peserta.

Dalam pernyataannya, Galih menjelaskan bahwa pihaknya terus menggencarkan edukasi kepada fasilitas pelayanan kesehatan mengenai pentingnya mengelola layanan secara transparan dan sesuai standar.

Ia menekankan bahwa setiap bentuk fraud, baik yang dilakukan dengan sengaja maupun karena kesalahan prosedur, bisa berdampak besar terhadap mutu layanan kesehatan yang diterima peserta.

Oleh karena itu, BPJS Kesehatan berupaya memastikan seluruh fasilitas kesehatan dapat menerapkan tata kelola yang tertib dan patuh terhadap aturan.

Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah penguatan audit internal. Melalui audit ini, BPJS Kesehatan dapat memantau secara detail setiap proses layanan yang diklaim fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Pamekasan Siap Lantik 4.160 PPPK Paruh Waktu pada Desember 2025

Setiap tindakan medis, prosedur administrasi, hingga laporan klaim dipantau untuk memastikan kesesuaiannya.

Selain audit internal, sistem pengawasan dilakukan secara berlapis, baik melalui pemantauan langsung, pengecekan data secara digital, maupun evaluasi rutin bersama fasilitas kesehatan.

Tidak hanya pengawasan, BPJS Kesehatan juga memperketat proses pencatatan layanan.

Setiap tindakan medis yang diberikan kepada peserta wajib terekam secara lengkap dan akurat agar tidak terjadi kekeliruan yang berpotensi membuka celah kecurangan.

Langkah ini penting untuk menjaga akurasi data, sekaligus memastikan pembayaran klaim sesuai dengan layanan yang benar-benar diberikan kepada peserta.

Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen menjaga integritas sistem.

Galih juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga :  Tradisi Bubur Sapar di Madura, Warisan Budaya yang Tetap Lestari di Bulan Safar

Ia menegaskan bahwa pencegahan fraud dan penguatan tata kelola JKN bukan hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, serta pengawas internal pemerintah.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap potensi penyimpangan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara efektif.

Melalui rangkaian langkah tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan berharap dapat menjaga keberlangsungan Program JKN sehingga masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang adil, bermutu, dan dapat diakses kapan pun dibutuhkan.

Upaya penguatan tata kelola ini sekaligus menjadi pondasi penting bagi keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional di masa mendatang.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru