Inflasi Bojonegoro Capai 3,14 Persen, BPS Sebut Harga Emas dan Telur Jadi Pemicu Utama

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COMBadan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro merilis perkembangan terbaru mengenai Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di wilayahnya.

Data yang dipaparkan pada Selasa (4/11/2025) ini menggambarkan bagaimana dinamika inflasi dan sektor pariwisata saling memengaruhi kondisi ekonomi daerah.

Kepala BPS Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menjelaskan bahwa inflasi di daerah tidak hanya dipicu oleh faktor global, tetapi juga karena peningkatan konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan pangan menjelang akhir tahun.

Menurutnya, kenaikan harga emas dan telur ayam menjadi dua faktor dominan yang mendorong inflasi selama 2025.

“Pergerakan harga emas dunia cukup signifikan tahun ini, dan bersamaan dengan meningkatnya permintaan telur ayam di pasar lokal. Dua faktor ini menjadi pemicu utama kenaikan inflasi di Bojonegoro,” ujar Syawaluddin dalam konferensi pers.

Baca Juga :  Perbandingan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu: Hak, Gaji, dan Tunjangan

Ia menambahkan bahwa tren kenaikan harga bahan pangan memang sudah terlihat sejak pertengahan tahun.

Peningkatan konsumsi masyarakat sejalan dengan berbagai program pemerintah daerah, seperti kegiatan ekonomi berbasis UMKM dan event pariwisata, yang turut menambah kebutuhan bahan pokok di pasar.

Berdasarkan data BPS, inflasi month-to-month (mtm) pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,31 persen, menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara moderat dibanding bulan sebelumnya.

Meski sempat mengalami deflasi pada Februari 2025, laju inflasi kembali meningkat secara bertahap.

Secara year-to-date (ytd), inflasi kumulatif dari Januari hingga Oktober 2025 mencapai 2,08 persen, dipicu oleh naiknya harga telur dan daging ayam ras.

Sementara secara year-on-year (yoy), inflasi Oktober 2025 dibandingkan Oktober 2024 berada di level 3,14 persen.

Baca Juga :  Panen Tembakau di Sampang Dihantui Ketidakpastian Harga Akibat Gudang Belum Beroperasi

Kelompok beras, makanan dan minuman olahan, serta tembakau tercatat sebagai penyumbang terbesar inflasi tahunan di Bojonegoro.

“Posisi inflasi kita masih stabil dan dalam batas wajar. Angkanya masih terkendali jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi nasional,” jelas Syawaluddin.

Selain inflasi, BPS Bojonegoro juga mencatat perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel yang menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut data sementara, TPK hotel pada triwulan III tahun 2025 mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya, seiring dengan pulihnya mobilitas masyarakat dan meningkatnya agenda wisata daerah.

Peningkatan ini, kata Syawaluddin, menandakan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mulai kembali bergeliat pascapandemi.

Kondisi tersebut diharapkan mampu memberikan multiplier effect terhadap sektor lain seperti perdagangan, transportasi, dan jasa makanan.

Baca Juga :  Polije Terapkan Pembelajaran Aplikatif, Cetak Mahasiswa Tangguh di Bidang Hortikultura

Dalam kesempatan itu, BPS Bojonegoro juga menekankan pentingnya pemanfaatan data statistik sebagai dasar perumusan kebijakan publik dan perencanaan ekonomi daerah.

Dengan data yang akurat, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih efektif dan berbasis bukti.

“Kami berharap masyarakat dan instansi pemerintah bisa memanfaatkan data statistik secara optimal. Dengan pemahaman yang baik terhadap kondisi ekonomi lokal, setiap kebijakan dan keputusan usaha bisa lebih tepat sasaran,” tutur Syawaluddin.

Dengan kondisi inflasi yang masih stabil dan sektor pariwisata yang menunjukkan tanda pemulihan, perekonomian Bojonegoro diproyeksikan tumbuh lebih positif pada akhir tahun 2025.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru