Kisah Nandia Anindhita, Alumnus UMM yang Sukses Raup Omzet Rp100 Juta dari Bisnis Anggrek

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kisah sukses Nandia Anindhita, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia yang ingin berkarier di bidang wirausaha.

Berkat ketekunan dan kecintaannya terhadap bunga anggrek, Nandia kini dikenal sebagai pengusaha muda sukses di sektor florikultura dengan omzet mencapai Rp100 juta per bulan.

Perjalanan bisnis Nandia bermula pada tahun 2016, ketika ia masih menempuh pendidikan di semester enam.

Saat itu, ia menjalani program magang di sebuah kebun anggrek dan mulai menyadari besarnya potensi ekonomi di balik tanaman hias yang memiliki nilai estetika tinggi tersebut.

Pengalaman magang itu menjadi titik balik dalam hidupnya, yang kemudian mendorongnya untuk memulai usaha sendiri.

Nandia mengungkapkan bahwa di awal perjalanan, ia sama sekali tidak berniat untuk terjun ke dunia bisnis.

Baca Juga :  Blue Ocean Strategy untuk UMKM: Strategi Menang Tanpa Perang

Namun, pengalaman langsung di lapangan membuatnya memahami bahwa anggrek tidak hanya indah untuk dinikmati, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi di pasar domestik maupun internasional.

Dengan modal semangat dan wawasan ilmiah yang diperolehnya selama kuliah, ia mulai membudidayakan anggrek secara mandiri.

Latar belakang pendidikan Nandia di bidang biologi dan ekologi memberinya pemahaman mendalam mengenai karakteristik tanaman.

Ia mampu mengatur kondisi lingkungan tumbuh, kelembapan, serta pencahayaan yang sesuai agar bunga anggreknya tumbuh optimal.

Pendekatan ilmiah ini menjadi salah satu faktor utama yang membedakan bisnisnya dari para pelaku usaha sejenis.

Memanfaatkan teknologi digital, Nandia mulai memasarkan produknya melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Respons positif dari masyarakat membuat bisnisnya berkembang pesat.

Baca Juga :  Iduladha 1446 H, BRI Tuban Tebar Kepedulian Lewat Pemotongan Hewan Kurban

Dalam waktu beberapa tahun, ia berhasil memperluas usahanya dan kini memiliki tiga greenhouse di Tulungagung, Malang, dan Batu, Jawa Timur.

Setiap lokasi menampung ratusan ribu tanaman anggrek dari berbagai varietas lokal maupun hasil persilangan.

Prestasi Nandia semakin membanggakan ketika namanya diabadikan dalam varietas anggrek baru yang terdaftar di Royal Horticultural Society (RHS), organisasi hortikultura internasional di Inggris.

Varietas tersebut diberi nama Dendrobium Nandia Anindhita (D.S. Santoso, 2018), hasil persilangan antara Dendrobium Otto I. Leidin dengan Dendrobium lineale.

Jenis ini memiliki pengaruh genetik kuat dari Dendrobium Lineale dan Dendrobium Helix, yang dikenal memiliki keindahan bentuk serta daya tahan tinggi.

Selain sukses dalam skala bisnis, Nandia juga aktif membagikan pengalamannya kepada mahasiswa dan pelaku usaha muda.

Baca Juga :  Batik Motif Lele Lamongan Dapat Apresiasi dari Dekranas, Simbol Kreativitas dan Identitas Daerah

Ia sering diundang dalam berbagai forum kewirausahaan untuk berbagi wawasan tentang strategi bisnis tanaman hias, pengelolaan produksi, serta pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan pasar global.

Menurutnya, keberanian untuk mencoba hal baru menjadi kunci utama dalam berwirausaha.

Ia menekankan bahwa setiap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diaplikasikan secara nyata di dunia usaha, asalkan dijalankan dengan tekad dan konsistensi.

“Kesempatan tidak datang dua kali. Kalau kita punya ide dan semangat, jangan ragu untuk memulainya sekarang,” pesannya kepada generasi muda.

Kini, Nandia terus mengembangkan bisnisnya dengan menargetkan pasar ekspor.

Ia optimistis bahwa produk florikultura Indonesia mampu bersaing di kancah internasional, sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas dan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan kesuksesan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Thursday, 4 June 2026 - 19:10 WIB

Jangan Tunggu Rumah Rusak! Ini Rekomendasi Jasa Anti Rayap Surabaya yang Profesional

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Berita Terbaru