Peluang Emas dari Rumah: Budidaya Kroto Jadi Sumber Penghasilan Baru di Tengah Sulitnya Lapangan Kerja

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan lapangan kerja yang semakin kompetitif, masyarakat mulai mencari berbagai cara kreatif untuk menambah penghasilan.

Salah satu peluang yang kini semakin banyak diminati adalah budidaya kroto atau telur semut rangrang.

Usaha ini dinilai menjanjikan karena modalnya kecil, perawatannya mudah, dan bisa dijalankan dari rumah.

Kroto dikenal sebagai telur semut rangrang (Oecophylla smaragdina) yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selama ini, kroto banyak digunakan sebagai pakan burung kicau, pakan ikan, hingga umpan memancing.

Permintaan yang terus meningkat dari kalangan penghobi burung dan toko pakan hewan membuat usaha ini memiliki prospek cerah, terutama bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis rumahan dengan modal terbatas.

Permintaan Tinggi, Pasokan Alam Menipis

Selama bertahun-tahun, kroto biasanya diperoleh langsung dari alam. Namun, karena eksploitasi yang berlebihan, populasi semut rangrang di alam mulai berkurang, sehingga stok kroto alami semakin sulit ditemukan.

Baca Juga :  Tantangan Ekonomi Jawa Timur di 2025: Dampak Geopolitik dan Strategi Mitigasi

Kondisi ini membuka peluang besar bagi para pembudidaya untuk menyediakan kroto secara berkelanjutan melalui sistem ternak buatan.

Harga kroto di pasaran juga menjadi faktor utama mengapa banyak orang tertarik terjun ke bisnis ini.

Saat ini, harga kroto segar di tingkat lokal berkisar antara Rp80.000 hingga Rp120.000 per kilogram, tergantung kualitas dan wilayah penjualan.

Harga tersebut cenderung stabil karena tingginya permintaan dan terbatasnya pasokan.

Menurut laporan dari beberapa pasar burung dan toko pakan, permintaan kroto justru meningkat setiap bulan, terutama di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang dikenal memiliki banyak penghobi burung kicau.

Salah satu pembudidaya asal Sumenep, Ahmad (28), mengungkapkan bahwa dirinya memulai usaha kroto karena sulit mendapatkan pekerjaan tetap.

Baca Juga :  Rieke Fransisca dan Akademi Mode: Membuka Peluang UMKM Lewat Dunia Fashion

Awalnya ia hanya mencoba sebagai hobi untuk mengisi waktu luang, namun kini hasilnya cukup membantu perekonomian keluarga.

“Awalnya hanya coba-coba karena belum punya kerja tetap. Ternyata hasilnya lumayan, tiap bulan bisa dapat tambahan penghasilan dari kroto,” ungkapnya.

Ahmad menggunakan ruangan kecil di rumahnya untuk membuat rak dan toples sebagai sarang semut rangrang.

Dengan ketelatenan dan kesabaran, koloni semut yang ia pelihara kini mampu menghasilkan ratusan gram kroto setiap panen.

Ia menjual hasilnya langsung ke toko pakan hewan di Sumenep dengan harga yang bersaing.

Budidaya kroto dianggap sebagai salah satu bentuk wirausaha mandiri berbasis rumah tangga yang dapat dijalankan siapa saja, baik di desa maupun di kota.

Modal yang dibutuhkan relatif kecil, yakni sekitar Rp500.000–Rp1.000.000 untuk membeli wadah, koloni semut, dan perlengkapan sederhana.

Baca Juga :  Dekopinda Bangkalan Kawal Koperasi Merah Putih untuk Kebangkitan Ekonomi Desa

Selain itu, pemeliharaannya tidak memerlukan lahan luas dan bisa dilakukan di ruangan tertutup, sehingga cocok untuk masyarakat dengan keterbatasan ruang.

Dalam jangka panjang, usaha ini juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi skala lebih besar dengan sistem kemitraan atau pemasaran online.

Pemerintah daerah di beberapa wilayah bahkan mulai memberikan pendampingan usaha mikro untuk budidaya kroto, karena dinilai mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Fenomena budidaya kroto membuktikan bahwa peluang bisnis tidak selalu membutuhkan modal besar.

Dengan kreativitas, kesabaran, dan kemauan belajar, siapa pun bisa mengubah hobi sederhana menjadi sumber penghasilan yang nyata.

Bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap, usaha kroto bisa menjadi alternatif menjanjikan untuk mencapai kemandirian ekonomi di tengah ketatnya persaingan kerja.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat
Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat
Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Berita Terkait

Monday, 27 April 2026 - 09:38 WIB

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Saturday, 25 April 2026 - 19:13 WIB

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Berita Terbaru

Kenali jenis alkohol dalam produk kosmetik dan obat, mulai dari ethanol hingga cetyl alcohol, beserta fungsi, manfaat, dan cara memilihnya tepat.

Berita

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Monday, 27 Apr 2026 - 09:38 WIB