Penyebab Pengajuan KUR BRI Ditolak: Kenali Faktor Risiko dan Cara Mencegahnya

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sering menjadi pilihan utama bagi pelaku UMKM yang membutuhkan modal kerja dengan bunga ringan.

Namun tidak sedikit pemohon yang mengalami penolakan meski merasa telah memenuhi syarat dasar.

BRI menggunakan sistem penilaian berlapis untuk memastikan kredit disalurkan kepada usaha produktif yang benar-benar layak.

Karena itu, pemahaman mengenai faktor penyebab penolakan sangat penting agar calon debitur dapat melakukan perbaikan sebelum mengajukan ulang.

Salah satu penyebab paling umum adalah riwayat kredit yang tidak baik.

Dalam proses verifikasi, BRI melakukan pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK).

Jika ditemukan catatan tunggakan, keterlambatan pembayaran, atau bahkan pernah mengalami kredit macet, bank langsung mengategorikan pengajuan sebagai berisiko tinggi.

Baca Juga :  Petani Kedungjajang Pasang Jaring di Sawah, Antisipasi Hama Burung Ganggu Panen Padi

Catatan seperti ini menjadi indikator bahwa pemohon mungkin kesulitan memenuhi kewajiban cicilan di masa mendatang.

Selain faktor kredit bermasalah, status usaha juga menentukan kelulusan KUR. BRI mensyaratkan bahwa usaha sudah berjalan minimal enam bulan hingga satu tahun.

Jika usaha baru berdiri, tidak memiliki catatan transaksi, atau tidak menunjukkan aktivitas produktif yang jelas, bank menilai usaha tersebut belum stabil.

Kurangnya bukti operasional seperti foto usaha, laporan sederhana, atau modal kerja yang terlihat berjalan juga sering membuat pengajuan ditolak.

Dokumen yang tidak lengkap atau tidak relevan menjadi faktor penolakan berikutnya.

KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Usaha (SKU) atau Nomor Induk Berusaha (NIB) harus valid, terbaca, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Baca Juga :  Petani Lamongan Sambut Musim Tanam Kedua dengan Harapan Besar dan Kesiapan Maksimal

Ketidaksesuaian data identitas, alamat yang tidak sama antara dokumen, hingga data usaha yang tidak sinkron dengan lapangan dapat membuat bank menolak permohonan.

BRI sangat ketat dalam memverifikasi keabsahan dan konsistensi dokumen karena hal ini berkaitan dengan proses penilaian risiko.

Kemampuan membayar cicilan juga menjadi aspek yang sangat diperhitungkan.

Bank biasanya menghitung rasio antara pendapatan dan jumlah cicilan yang akan ditanggung.

Jika penghasilan dianggap tidak mencukupi untuk membayar cicilan setiap bulan, maka pengajuan otomatis tidak dapat disetujui.

Penilaian ini dilakukan agar calon peminjam tidak terbebani dan tetap mampu menjalankan usahanya dengan stabil.

Penolakan juga bisa terjadi jika calon pemohon masih memiliki pinjaman aktif dengan kategori kredit komersial di bank lain.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa beban pinjaman sudah tinggi sehingga bank menilai risiko kredit semakin besar.

Baca Juga :  Mengapa Validasi Data Sangat Menentukan Keberhasilan Pengajuan KUR BRI 2025

BRI ingin memastikan bahwa KUR digunakan sepenuhnya untuk kegiatan usaha produktif, bukan untuk membayar atau menutup utang sebelumnya.

Untuk beberapa jenis KUR yang membutuhkan jaminan tambahan, kesesuaian aset juga menjadi pertimbangan.

Jika nilai aset tidak memadai atau status kepemilikannya tidak jelas, bank dapat menolak pengajuan.

Jaminan tambahan diperlukan untuk memastikan keberlangsungan pembayaran apabila terjadi kondisi tidak terduga.

Agar pengajuan KUR BRI dapat diterima, calon peminjam sebaiknya memastikan seluruh dokumen lengkap, memperbaiki riwayat kredit, menyiapkan bukti aktivitas usaha, dan memastikan penghasilan cukup untuk menutup cicilan.

Dengan persiapan yang matang, peluang persetujuan KUR akan jauh lebih tinggi.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat
Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat
Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Berita Terkait

Monday, 27 April 2026 - 09:38 WIB

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Saturday, 25 April 2026 - 19:13 WIB

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Berita Terbaru

Kenali jenis alkohol dalam produk kosmetik dan obat, mulai dari ethanol hingga cetyl alcohol, beserta fungsi, manfaat, dan cara memilihnya tepat.

Berita

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Monday, 27 Apr 2026 - 09:38 WIB