Waspadai Ciri-Ciri Link Penipuan Bansos Online, Jangan Sampai Tertipu!

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Di era digital seperti sekarang, berbagai program bantuan pemerintah semakin mudah diakses secara online.

Namun, kemudahan ini sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan link penipuan yang mengatasnamakan lembaga resmi, seperti Kementerian Sosial atau instansi pemerintah lainnya.

Agar tidak menjadi korban, masyarakat perlu mengenali ciri-ciri tautan palsu dan memahami cara membedakannya dari situs resmi pemerintah.

Link Palsu Banyak Menyamar Jadi Situs Resmi

Modus penipuan melalui link bantuan sosial (bansos) biasanya dilakukan dengan membuat situs palsu yang menyerupai laman resmi milik pemerintah.

Para pelaku berusaha meyakinkan masyarakat bahwa mereka sedang membuka pendaftaran atau pencairan bansos terbaru, padahal tujuannya adalah mencuri data pribadi.

Menurut sejumlah pakar keamanan siber, penipu kini semakin canggih dalam membuat tampilan situs palsu.

Baca Juga :  Tips Penting Agar Data Lolos Verifikasi BLT Kesra dan Pencairan Bantuan Berjalan Lancar

Sekilas, alamat domain, logo, dan desain laman terlihat mirip dengan situs resmi pemerintah.

Namun jika diamati lebih detail, ada beberapa perbedaan mencolok yang bisa menjadi petunjuk awal.

Ciri-Ciri Link Penipuan yang Wajib Diketahui

Menggunakan domain mencurigakan
Tautan resmi pemerintah Indonesia selalu berakhiran .go.id. Bila sebuah situs bantuan sosial memakai domain seperti .com, .net, .org, atau domain aneh lainnya, maka besar kemungkinan situs tersebut palsu.

Misalnya, situs dengan nama seperti bansos-gratis2025.com atau cekdanaonline.net patut diwaspadai.

Meminta data pribadi berlebihan
Situs penipuan sering meminta informasi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK), nomor rekening, bahkan swafoto dengan KTP.

Padahal, laman resmi Kemensos tidak pernah meminta data tersebut secara langsung melalui link publik. Jika ada permintaan semacam itu, bisa dipastikan situs tersebut bertujuan mencuri data.

Baca Juga :  Polres Sumenep Tegas Awasi Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Demi Swasembada Pangan

Menjanjikan pencairan instan tanpa proses verifikasi
Modus lain yang sering muncul adalah janji pencairan bantuan dalam hitungan menit setelah mengisi formulir.

Penipu menggunakan kalimat-kalimat persuasif seperti “Cair sekarang juga tanpa antri!” atau “Isi data untuk menerima dana bansos hari ini!”. Padahal, proses pencairan bantuan pemerintah selalu melalui tahapan verifikasi dan validasi resmi.

Dikirim melalui grup WhatsApp atau pesan pribadi
Sebagian besar link penipuan disebarkan lewat grup WhatsApp, pesan pribadi di media sosial, atau komentar di Facebook dan TikTok.

Biasanya pesan tersebut dikemas seolah berasal dari pemerintah atau lembaga keuangan tertentu, lengkap dengan logo dan ajakan untuk segera mengisi data.

Langkah Aman Saat Menerima Link Bantuan

Baca Juga :  Cara Praktis Cek Bantuan Sembako Lewat HP: Panduan Lengkap dan Mudah Dipahami

Jika menerima tautan mencurigakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tidak langsung mengklik link tersebut.

Pastikan untuk memeriksa alamat domain dengan saksama dan bandingkan dengan situs resmi pemerintah seperti kemensos.go.id atau cekbansos.kemensos.go.id.

Masyarakat juga disarankan tidak mengisi formulir online yang meminta data pribadi tanpa konfirmasi dari instansi resmi.

Sebaiknya hapus pesan tersebut agar tidak tersebar lebih luas, lalu laporkan ke pihak berwenang seperti Kementerian Kominfo atau Polri melalui kanal pengaduan siber.

Dengan meningkatnya kesadaran digital masyarakat, diharapkan penipuan online semacam ini dapat diminimalkan.

Tetap waspada dan selalu pastikan sumber informasi berasal dari situs resmi agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru