Smart Farming dari Rumah: Langkah Inovatif Kota Batu Menuju Pertanian Modern

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 19 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Perkembangan Kota Batu yang pesat membawa kota ini menjadi destinasi wisata agrobisnis populer di Jawa Timur, tetapi semangat bertani tetap dijaga dengan pendekatan yang lebih modern dan juga relevan.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Batu, Nurochman, saat membuka kegiatan “Pelatihan Literasi Smart Farming dan Hidroponik” yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu pada Kamis, 19 Juni 2025.

Pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta dari kalangan masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batu berupaya menghidupkan kembali semangat bertani dalam bentuk yang lebih adaptif dan futuristik, yakni dengan teknologi pertanian cerdas (smart farming) dan sistem tanam hidroponik.

Baca Juga :  Gerakan Minum Jus Tomat ASN Lumajang: Langkah Nyata Bantu Petani dan Dorong Ekonomi Lokal

Wali Kota Batu menekankan bahwa bertani saat ini tidak harus dilakukan di lahan luas atau berlumpur.

Dengan kemajuan teknologi, siapa saja bisa memulai pertanian bahkan dari rumah, pekarangan kecil, atau balkon apartemen.

Menurutnya, ini adalah cara baru dalam melihat pertanian sebagai bagian dari gaya hidup modern yang tetap mempertahankan identitas agraris Kota Batu.

Ia juga menyampaikan bahwa pertanian tidak hanya menjadi cerita masa lalu kota ini, seperti kejayaan apel Batu, tetapi juga merupakan masa depan yang harus dijaga dan dikembangkan.

Dalam pidatonya, ia terinspirasi dari kisah Isaac Newton yang ia baca dari buku di perpustakaan keliling semasa kecil, menggambarkan pentingnya ilmu dan inovasi untuk menjawab tantangan zaman.

Baca Juga :  Pisang Emas Kirana Pundungsari Terkena Imbas Harga Anjlok, Petani Lumajang Harap Dukungan Pemerintah

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kalangan muda, yaitu Rakhmad Hardiyanto, seorang praktisi pertanian modern dari generasi milenial,

serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Esti Dwiastuti.

Para peserta bukan sekadar mendapatkan teori tentang pertanian hidroponik dan juga smart farming, tetapi juga memiliki kesempatan langsung untuk mempraktikkannya.

Mereka bahkan mendapatkan media tanam yang bisa digunakan untuk memulai menanam di rumah masing-masing.

Wali Kota juga menekankan akan pentingnya membangun ketahanan pangan yang berbasis komunitas.

Menurutnya, perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, seperti menanam sayur dari botol bekas atau memanfaatkan lahan sempit di rumah.

Ia ingin menjadikan pertanian sebagai bagian dari budaya urban yang tidak hanya fungsional, tetapi juga membanggakan dan penuh inovasi.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Staff Logistik Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Batu Tahun 2025 (Resmi)

Dalam penutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan pertanian sebagai kekuatan dari dalam kota.

Ia berharap, Batu bisa dikenal bukan hanya karena keindahan wisatanya, tetapi juga karena kemampuannya membangun kota yang mandiri pangan melalui teknologi dan semangat gotong royong.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa pertanian modern bukan sekadar wacana, tapi sudah mulai diterapkan dan bisa diakses oleh siapa saja.

Dengan konsep smart farming dari rumah, masyarakat Kota Batu kini dapat ikut berperan dalam menjaga keberlanjutan pangan dan memperkuat identitas agraris di tengah era digital.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru