Panen Melimpah di Malang, Harga Sayuran Anjlok hingga Dibagikan Gratis

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 2 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM  – Musim panen kali ini membawa dampak besar bagi para petani sayuran di kawasan Malang.

Lonjakan produktivitas membuat pasokan sayuran di Pasar Karangploso membludak jauh di atas kapasitas normal.

Apabila biasanya hanya sekitar satu ton per hari, kini stok bisa mencapai lima ton per hari.

Kondisi ini mengakibatkan harga jual sayuran turun drastis hingga sebagian tidak laku di pasaran.

Kepala Paguyuban Pedagang Pasar Karangploso, Sumarno, menyampaikan bahwa kelebihan pasokan membuat banyak sayuran tidak terjual.

Beberapa pedagang bahkan terpaksa membuang sebagian hasil panen atau memberikannya kepada peternak sebagai pakan ternak.

Ia menjelaskan bahwa situasi ini menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Beberapa komoditas yang terkena dampak terbesar adalah tomat, brokoli, sledri, sawi daging, dan sawi putih.

Harga brokoli yang sebelumnya berada di kisaran Rp10.000 per kilogram kini hanya dijual sekitar Rp4.000 hingga Rp6.000. Penurunan harga ini membuat keuntungan pedagang dan petani menurun drastis.

Kondisi lebih buruk dialami oleh sawi daging dan andewi. Kedua jenis sayuran tersebut nyaris tidak memiliki nilai jual.

Sebelumnya, sawi daging bisa dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram, namun kini bahkan dengan harga Rp1.000 saja tidak ada pembeli.

Hal yang sama terjadi pada andewi yang biasanya dijual Rp25.000 per kilogram, tetapi kini nilainya merosot hingga setara dengan sawi daging.

Baca Juga :  Cara Agar Saldo DANA Cepat Cair: Tips Efektif Biar Penarikan Tidak Tertunda

Melimpahnya pasokan yang tidak terserap pasar membuat sebagian pedagang memilih membagikan sayuran secara gratis kepada masyarakat sekitar.

Sementara itu, pedagang lain menjadikan hasil panen tersebut sebagai pakan untuk kambing dan sapi.

Menurut Sumarno, langkah ini dilakukan untuk mengurangi kerugian yang semakin membebani para petani dan pedagang.

“Pasar tidak mampu menampung volume sayuran sebanyak ini,” ungkapnya.

Dirinya menilai bahwa tanpa adanya intervensi dari pemerintah atau solusi distribusi yang lebih luas, fenomena anjloknya harga sayuran bisa terus berulang setiap musim panen raya.

Situasi ini menciptakan dilema bagi para petani.

Di satu sisi, mereka berhasil meraih hasil panen melimpah, tetapi di sisi lain pendapatan mereka justru merosot karena hasil panen tidak laku di pasaran.

Baca Juga :  Dukungan Pemkab Situbondo untuk UMKM Lewat Pasar Ramadhan

Banyak petani berharap pemerintah daerah atau pihak terkait dapat membuka jalur distribusi baru ke daerah lain yang kekurangan pasokan sayuran, sehingga harga dapat kembali stabil.

Dengan kondisi ini, para pedagang dan petani sayuran di Malang berharap ada kebijakan yang mampu menstabilkan harga, seperti operasi pasar atau program pembelian hasil panen oleh pemerintah untuk mencegah kerugian yang lebih besar.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru