Stok Beras Bulog Malang Surplus 68 Ribu Ton, Harga Pasar Tetap Tinggi

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 30 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Perum Bulog Malang memastikan bahwa stok beras di gudang mereka dalam kondisi surplus hingga tahun depan.

Kepala Perum Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rahman, mengungkapkan bahwa persediaan saat ini mencapai 68 ribu ton, tersebar di empat gudang wilayah Malang.

Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai musim panen berikutnya.

Menurutnya, stok tersebut sebagian besar disiapkan dalam kemasan lima kilogram, sehingga lebih mudah didistribusikan ke masyarakat.

Dengan kondisi ini, pihak Bulog optimis tidak akan terjadi kekurangan pasokan beras dalam waktu dekat.

Bulog Malang menetapkan harga beras di gudang sebesar Rp11 ribu per kilogram. Pedagang diperbolehkan mengambil keuntungan, namun tetap harus mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga :  Polres Lamongan Salurkan 27 Ton Beras Murah SPHP Lewat Gerakan Pangan Murah di 27 Polsek

Artinya, harga maksimal yang boleh sampai ke tangan konsumen adalah Rp12.500 per kilogram atau sekitar Rp62.500 untuk kemasan lima kilogram.

Meskipun aturan tersebut sudah jelas, realita di pasar menunjukkan harga beras medium tetap tinggi.

Kondisi ini disinyalir karena keterbatasan ketersediaan beras medium di tingkat pedagang, meskipun secara total stok di gudang Bulog masih aman.

Nurjuliansyah menyebut bahwa perbedaan antara kondisi gudang dan harga pasar kemungkinan besar dipengaruhi kelangkaan beras medium.

Ia menegaskan bahwa ketersediaan beras medium memang sedang terbatas sehingga harga mengalami kenaikan.

Sementara itu, untuk beras premium, pihak Bulog belum memiliki data rinci mengenai pasokan dan pergerakan harganya.

Situasi ini membuat harga beras medium di pasaran masih sulit terkendali, meskipun pasokan beras dari Bulog tergolong surplus.

Baca Juga :  Stabilisasi Harga Beras Demi Ketahanan Pangan, Malang Selenggarakan Gerakan Pangan Murah

Untuk menstabilkan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, Bulog Malang menargetkan penyaluran 23 ribu ton beras SPHP hingga akhir 2025.

Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan stok yang tersedia di gudang, sehingga Bulog tetap yakin bahwa pasokan akan terjaga dengan baik.

Dengan kondisi surplus, tantangan utama kini terletak pada bagaimana distribusi dapat berjalan lancar dan masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga sesuai ketentuan HET.

Nurjuliansyah menegaskan bahwa stok yang melimpah tidak akan bermanfaat jika akses masyarakat ke produk SPHP masih terbatas.

Surplus beras di gudang Bulog Malang hingga 68 ribu ton menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi isu kenaikan harga pangan.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Namun, persoalan harga beras medium yang masih tinggi menunjukkan bahwa distribusi dan ketersediaan di tingkat pedagang perlu diperkuat.

Melalui program distribusi SPHP, diharapkan harga bisa lebih terkendali sehingga masyarakat dapat membeli beras dengan harga terjangkau.

Dengan demikian, surplus beras yang ada benar-benar mampu memberikan dampak nyata terhadap stabilitas pangan di wilayah Malang.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru