Harga Cabai di Kediri Stabil, Pengiriman ke Luar Jawa Kembali Normal

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 20 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Situasi harga komoditas cabai di Kabupaten Kediri menunjukkan kestabilan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, harga cabai di Pasar Induk Pare pada Jumat (19/9/2025) relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, distribusi ke berbagai daerah di luar Jawa juga dilaporkan telah kembali normal setelah sempat mengalami hambatan.

Ketua APCI Kediri, Suyono, menjelaskan bahwa kondisi pasokan yang normal dari berbagai wilayah penghasil cabai menjadi salah satu faktor utama harga tetap terkendali.

Pasokan utama berasal dari Kediri, Malang, Jember, Blitar, Jombang, serta beberapa daerah di Jawa Tengah.

Rincian Harga Cabai Terbaru

Untuk jenis Cabai Rawit Merah (CRM), harga di pasar induk tercatat stabil. Varietas Brengos 99 berada di angka Rp29.000 per kilogram, sedangkan varietas Asmoro 043 dijual seharga Rp27.000 per kilogram.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Tuban Dorong Penyerapan Gabah Petani Lokal dengan Kerja Sama Bersama Bulog

Adapun varietas Prentol/Tumi 99 terpantau lebih rendah, yakni Rp22.000 per kilogram.

Sementara itu, pada kategori Cabai Merah Keriting (CMK), harga juga relatif terjaga. Varietas Boos Tavi dihargai Rp37.000 per kilogram, dan varietas Sibad bertahan di angka Rp35.000 per kilogram.

Untuk Cabai Merah Besar (CMB), harganya cukup bersaing di pasar. Varietas Gada MK tercatat Rp32.000 per kilogram, varietas Imola di angka Rp30.000 per kilogram, dan varietas Sandi 08 berada di Rp29.000 per kilogram.

Distribusi dan Pengiriman Cabai

Selain harga, distribusi cabai dari Pasar Induk Pare juga berjalan lancar.

Suyono menyebutkan bahwa pengiriman ke wilayah Jabodetabek meliputi cabai keriting sebanyak 0,5 ton dan cabai rawit merah sekitar 1,5 ton.

Baca Juga :  Tingkat Inflasi Kota Kediri Bulan Juni 2024 Terendah Se-Jawa Timur

Untuk kebutuhan industri, penyerapan cabai juga cukup besar.

Data terbaru menunjukkan serapan cabai merah besar sebanyak 4 ton dan cabai rawit merah sekitar 3 ton.

Sementara itu, pengiriman ke Kalimantan kembali berjalan dengan lancar dengan jumlah cabai rawit merah sekitar 1,5 ton.

Pasokan dari Berbagai Daerah

Pasokan cabai merah besar yang masuk ke Pasar Induk Pare mencapai 8 ton per hari, mayoritas berasal dari wilayah Kediri, Malang, Blitar, dan Jember.

Untuk cabai merah keriting, total pasokan sekitar 1,2 ton dengan dominasi dari Kediri. Sedangkan cabai rawit merah yang mencapai 14 ton per hari berasal dari Kediri, Malang, Jombang, dan Jawa Tengah.

Dengan pasokan yang cukup melimpah dan distribusi yang lancar, stabilitas harga cabai di Kediri dapat terus terjaga.

Baca Juga :  Strategi Pemkab Sumenep Cegah Kelangkaan Pupuk Bersubsidi untuk Dukung Swasembada Pangan

Hal ini sekaligus menjadi kabar baik bagi konsumen maupun pelaku usaha yang bergantung pada komoditas tersebut.

Kestabilan harga cabai di Kediri pada September 2025 menjadi bukti pentingnya kelancaran pasokan dan distribusi antarwilayah.

Dengan dukungan dari berbagai daerah penghasil serta peran aktif asosiasi petani, harga cabai bisa tetap terkendali meskipun permintaan tinggi.

Situasi ini diharapkan dapat terus berlanjut, sehingga petani tetap sejahtera, industri kuliner tidak terbebani, dan masyarakat tetap bisa menikmati cabai dengan harga yang wajar.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat
Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat
Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini
Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan
Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya
Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat
Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Berita Terkait

Monday, 27 April 2026 - 09:38 WIB

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Saturday, 25 April 2026 - 19:13 WIB

Hadapi Kemarau 2026! Kementan Gaspol Tanam Serentak di 38 Daerah Jawa Timur, Target LTT Melejit 2 Kali Lipat

Saturday, 25 April 2026 - 16:11 WIB

Resmi Beroperasi! RPH Banjarsari Bojonegoro Dipastikan Sesuai Standar, Pelaku Usaha Diajak Pindah ke Sini

Saturday, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

Saturday, 25 April 2026 - 12:05 WIB

Fantastis! Misi Dagang Jatim ke Kalteng Tembus Rp2 Triliun, Khofifah Bongkar Kunci Suksesnya

Berita Terbaru

Kenali jenis alkohol dalam produk kosmetik dan obat, mulai dari ethanol hingga cetyl alcohol, beserta fungsi, manfaat, dan cara memilihnya tepat.

Berita

Mengenal Jenis-jenis Alkohol dalam Produk Kosmetik dan Obat

Monday, 27 Apr 2026 - 09:38 WIB