Pemkab Tuban Gelar Pelatihan Keterampilan, Fokus Kurangi Pengangguran dan Kemiskinan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Monday, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten Tuban menunjukkan komitmennya dalam mengurangi pengangguran sekaligus menekan angka kemiskinan melalui program pelatihan berbasis kompetensi.

Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin, 22 September 2025, di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban dan diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin).

Sekretaris Daerah Tuban, Budi Wiyana, menekankan bahwa program ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan.

Pelatihan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang berasal dari keluarga desil 5 ke bawah, sehingga dapat memberikan dampak nyata dalam memperbaiki kondisi sosial-ekonomi.

Menurutnya, setengah dari tujuan pelatihan diarahkan langsung untuk menurunkan tingkat kemiskinan, selain membuka peluang kerja lebih luas.

Agar program berjalan efektif, Disnakerin terlebih dahulu melakukan analisis potensi peserta dari keluarga desil 1 hingga 5.

Baca Juga :  Optimisme OJK Malang: Sektor Keuangan Diproyeksikan Tetap Tumbuh Positif di 2025

Dari hasil analisis, jenis pelatihan yang ditawarkan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja terkini.

Sekda Tuban menegaskan bahwa tidak semua peserta diarahkan ke pelatihan las, karena kebutuhan pasar sangat beragam.

Beberapa peserta justru diarahkan ke bidang desain grafis, listrik industri, hingga keselamatan kerja, sesuai dengan tren dan permintaan industri.

Lebih lanjut, Budi Wiyana menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formalitas.

Harapan pemerintah daerah adalah agar peserta benar-benar mampu tersalur ke dunia kerja atau bahkan menciptakan lapangan kerja baru melalui wirausaha mandiri.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Sekda Tuban mendorong agar pembiayaan tidak hanya mengandalkan dana dari APBD, tetapi juga melibatkan sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) maupun program non-CSR.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah di Tuban: Bakorwil II Bojonegoro Dorong Stabilitas Harga dan Ekonomi Lokal Menjelang Nataru

Perusahaan dinilai lebih memahami kompetensi apa saja yang dibutuhkan dunia kerja, sehingga pelatihan dapat lebih tepat sasaran.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan program pelatihan mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat Tuban maupun dunia usaha yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

Kepala Disnakerin Tuban, Rohman Ubaid, menyampaikan bahwa terdapat enam jenis pelatihan keterampilan yang diselenggarakan pada periode ini, antara lain:

Las 3G: 20 peserta, durasi 41 hari

Las 6G: 18 peserta, durasi 46 hari

Desain grafis: 15 peserta, durasi 36 hari

Listrik industri otomatis: 17 peserta, durasi 36 hari

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) umum: 141 peserta, durasi 14 hari

Gada pratama: 80 peserta, durasi 11 hari

Baca Juga :  Koperasi Desa Siap Distribusikan Elpiji dan Pangan, Dukung Pemerintah Perkuat Ekonomi Lokal

Secara keseluruhan, jumlah peserta mencapai 296 orang dari lebih seribu pendaftar. Dari jumlah tersebut, 60 persen berasal dari keluarga desil 1–5, sedangkan sisanya dari desil 6 ke atas, dengan prioritas bagi pemuda Tuban.

Rohman Ubaid menambahkan bahwa beberapa pelatihan seperti K3 umum dan gada pratama sangat relevan dengan peluang kerja yang ada.

Lulusan program ini berpotensi besar untuk bekerja tidak hanya di Tuban, tetapi juga di berbagai daerah lain.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Tuban yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar.

Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap penurunan angka pengangguran dan kemiskinan secara signifikan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru