Khofifah Dorong Transformasi Teknologi dan Standar Mutu, Kopi Jawa Timur Siap Bersaing di Pasar Global

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya transformasi teknologi dan penguatan standar mutu sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing kopi Jawa Timur di kancah internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri acara pelepasan ekspor 10 ton kopi Java Ijen Raung ke Taiwan, yang berlangsung di Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, pada Sabtu (1/11/2025).

Menurut Khofifah, ekspor kopi ke Taiwan bukan hanya menjadi capaian ekonomi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kualitas dan citra kopi asal Jawa Timur di pasar global.

Ia menilai, pasar Taiwan dikenal memiliki standar mutu yang sangat tinggi, sehingga setiap produk yang berhasil menembusnya mencerminkan kualitas premium dan kepercayaan internasional.

Baca Juga :  Lampung dan Malang Sumbang 289,6 Ton Kopi Robusta untuk Ekspor ke Mesir

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga mengungkapkan pengalamannya saat berkunjung ke Taiwan, di mana ia melihat langsung sistem pengendalian mutu yang diterapkan di pasar induk setempat.

Menurutnya, negara tersebut memiliki laboratorium pengujian kualitas yang besar serta sistem pengawasan yang ketat terhadap setiap produk pertanian.

Ia menilai Indonesia, khususnya Jawa Timur, perlu meniru sistem tersebut agar dapat memastikan setiap produk kopi dan hasil perkebunan lainnya memiliki kualitas yang konsisten dan kompetitif di pasar global.

“Peningkatan kualitas hidup masyarakat juga harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu produk pertanian yang dihasilkan,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Khofifah juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengolahan kopi untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Polres Pamekasan Panen Lele dan Hortikultura dari Pekarangan Asrama

Ia menilai, potensi pengembangan kopi berbasis rempah-rempah bisa menjadi peluang besar bagi industri kreatif dan ekspor.

“Apabila kopi ini dikombinasikan dengan rempah-rempah khas Indonesia, pasar global akan semakin terbuka lebar. Apalagi Bondowoso dikenal dengan julukan Republik Kopi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah provinsi dalam memajukan industri kopi daerah.

Ia menilai, keberhasilan ekspor kopi Java Ijen Raung merupakan hasil kerja keras petani, pelaku UMKM, dan dukungan berbagai pihak yang konsisten menjaga kualitas produksi.

“Bondowoso kini menjadi salah satu daerah penghasil kopi spesialitas terbaik di Indonesia,” ungkapnya.

Dukungan terhadap peningkatan mutu juga datang dari pihak swasta. Direktur Wijaya Coffee, Gianto Wijaya Oe, menyebut bahwa perusahaan tengah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas biji kopi.

Baca Juga :  Gibran dan Khofifah Panen Raya Kopi di Bondowoso: Dorong Ekspor Lewat Kopi Nusantara Berkualitas

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendatangkan bibit kopi Geisha Panama, varietas kopi bernilai tinggi yang dikenal di pasar internasional.

“Kami berharap upaya ini bisa meningkatkan daya saing dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani lokal,” ujarnya.

Dengan luas lahan kopi di Jawa Timur mencapai 122.623 hektare, pemerintah optimistis sektor ini akan terus berkembang melalui penerapan teknologi modern, inovasi pengolahan, serta peningkatan standar mutu.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam memperkuat posisi kopi Jawa Timur di pasar global.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru