Program Green Radio RRI Sampang Soroti Gerakan Bank Sampah Perempuan yang Menginspirasi

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Program Green Radio yang disiarkan RRI Sampang pada Sabtu, 22 November 2025, kembali menarik perhatian publik setelah mengangkat tema mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Dalam edisi kali ini, RRI menghadirkan Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Sampang, Nurul Rofiqoh, sebagai narasumber utama.

Tema yang diangkat, “Hijaukan Lingkungan dengan Bank Sampah: Kebiasaan Kecil, Dampak Besar,” menjadi sorotan karena relevansinya dengan isu lingkungan yang semakin kompleks.

Dalam sesi dialog tersebut, Nurul menjelaskan bahwa dirinya telah membentuk sebuah komunitas go green yang terdiri dari 60 anggota perempuan.

Komunitas ini dibentuk sebagai wadah untuk mendorong kebiasaan positif di tengah masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Baca Juga :  Kota Probolinggo Genjot Pembentukan Koperasi Merah Putih di 29 Kelurahan Demi Perkuat Ekonomi Masyarakat

Ia menilai bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan, karena sebagian besar aktivitas rumah tangga berhubungan langsung dengan produksi sampah.

Komunitas ini secara rutin melakukan pemilahan sampah antara organik dan anorganik.

Nurul memaparkan bahwa sampah anorganik diolah menjadi beragam produk kerajinan dengan nilai ekonomis, seperti tas belanja, dompet, hingga berbagai kerajinan dari bungkus kopi.

Produk-produk ini kemudian dipasarkan melalui beragam saluran, mulai dari penjualan daring, kegiatan bazar, hingga kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Menurutnya, pendekatan seperti ini bukan hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang terlibat.

Tidak berhenti pada pengolahan sampah anorganik, komunitas tersebut juga memanfaatkan sampah organik dengan cara difermentasi menjadi eco-enzym.

Baca Juga :  Peluang Bisnis Ramah Lingkungan: Cuan dari Daur Ulang dan Kepedulian Alam

Nurul menyebutkan bahwa eco-enzym memiliki banyak kegunaan, mulai dari pupuk, cairan pembersih alami, hingga bahan pendukung kegiatan penghijauan.

Ia menilai bahwa pemanfaatan eco-enzym menjadi langkah sederhana namun memiliki dampak besar bagi keseimbangan lingkungan.

Melalui pengalamannya mengelola sampah, Nurul mengungkapkan bahwa dirinya cukup sering diundang untuk memberikan pelatihan di berbagai tempat.

Mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga organisasi perempuan.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pengelolaan sampah yang benar sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Menurut penuturannya, banyak pihak yang kemudian terinspirasi untuk memulai bank sampah mandiri di lingkungan mereka masing-masing.

Ia menekankan bahwa kegiatan yang dilakukan komunitasnya tidak hanya bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat, terutama kaum perempuan.

Baca Juga :  Budidaya Lobster di Sampang Masih Lesu, Udang Vaname Jadi Alternatif Unggulan Perikanan

Melalui bank sampah, para anggota mendapatkan keterampilan sekaligus peluang ekonomi tambahan.

Hal ini sejalan dengan visi LLHPB untuk menciptakan masyarakat yang produktif, mandiri, dan memiliki kesadaran ekologis.

Program Green Radio yang menyoroti inisiatif lokal ini menjadi ruang edukasi penting bagi masyarakat luas.

RRI Sampang dinilai mampu menghadirkan isu lingkungan secara ringan namun informatif, sekaligus memberikan contoh nyata bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dengan semakin banyaknya komunitas yang bergerak di bidang pengelolaan sampah, diharapkan upaya kolektif menjaga kelestarian lingkungan dapat terwujud secara berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru