Desa Kesulitan Sediakan Lahan untuk Gerai KDKMP: Dinkop UM Jombang Ungkap Kendala di Lapangan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Program pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digulirkan pemerintah pusat berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 mulai menemui sejumlah hambatan di Kabupaten Jombang.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Jombang mengungkap bahwa banyak pemerintah desa merasa kesulitan memenuhi persyaratan penyediaan lahan sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan gerai koperasi tersebut.

Kepala Dinkop UM Jombang, Hari Purnomo, mengatakan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari desa terkait tantangan di lapangan.

Setiap desa memiliki karakteristik dan kondisi yang berbeda, sehingga kemampuan memenuhi standar yang ditentukan pemerintah tidak merata.

Faktor inilah yang memunculkan berbagai keberatan dari desa saat diminta menyediakan lahan sesuai ketentuan program.

Baca Juga :  DLH Jombang Perkuat Jejaring Bank Sampah, Gandeng PKK untuk Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Desa

“Kendala di lapangan memang ada, karena kondisi masing-masing desa berbeda,” jelasnya.

Salah satu persoalan paling sering disampaikan adalah persyaratan luas lahan minimal 1.000 meter persegi.

Lahan tersebut juga harus dalam kondisi datar, siap bangun, dan tidak menimbulkan masalah baru terkait proses pengurukan maupun persiapan infrastruktur dasar.

Hari menilai bahwa ketentuan tersebut menjadi beban cukup berat bagi pemdes, terlebih menjelang akhir tahun anggaran ketika alokasi belanja desa sudah hampir terserap.

“Ini sempat dikeluhkan teman-teman desa, karena bagaimanapun di akhir tahun dan anggaran berjalan, kalau harus mencukupi pengurukan kan butuh treatment lagi, kan tidak bisa sembarangan juga,” ujarnya.

Meski menghadapi kendala teknis, Dinkop UM memastikan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan program.

Baca Juga :  Tren Batu Akik Kembali Menguat: Hobi Kolektor Bangkit dan Jadi Budaya Baru

Hari menyebut bahwa kelembagaan pelaksana sudah terbagi jelas: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bertanggung jawab terkait teknis penganggaran, sementara unsur TNI akan membantu pelaksanaan pembangunan fisik.

Sementara itu, Dinkop UM berfokus pada pembinaan sumber daya manusia sebagai pengurus koperasi agar gerai KDKMP dapat berjalan optimal setelah berdiri.

“Untuk teknis penganggaran nanti dari DPMD, untuk teknis pembangunan dari teman-teman TNI. Kami fokus sementara pada SDM pengurus koperasinya, dan upaya peningkatan sudah dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala DPMD Jombang, Solahuddin Hadi Sucipto, mengonfirmasi bahwa kendala penyediaan lahan memang menjadi hambatan paling dominan.

Menurutnya, banyak aset desa yang tersedia namun lokasinya kurang strategis, sehingga tidak memenuhi standar ideal untuk pembangunan gerai KDKMP yang ditargetkan menjadi pusat ekonomi desa.

Baca Juga :  Hari Koperasi ke-78 Dimeriahkan Peluncuran 80.081 KDMP dan Pasar Murah, Warga Tuban Sambut Antusias

Solahuddin menjelaskan bahwa penentuan lokasi harus mempertimbangkan aksesibilitas masyarakat, potensi ekonomi sekitar, serta kelayakan teknis pembangunan.

Karena tidak semua desa memiliki aset yang memenuhi aspek tersebut, pemdes perlu melakukan identifikasi ulang terhadap aset yang dimiliki atau mempertimbangkan opsi lain sesuai regulasi.

Kendala-kendala tersebut menunjukkan bahwa implementasi program KDKMP membutuhkan pendampingan intensif dan penyesuaian strategi di lapangan.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan solusi dan memperkuat koordinasi agar gerai KDKMP dapat berkembang menjadi pusat layanan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat desa.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru