Duta Pengangguran, Ikon Baru Agro-Eduwisata Kota Malang dengan Wisata Petik Anggur dan Edukasi Pertanian Modern

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 6 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kota Malang kembali menghadirkan inovasi destinasi wisata yang menonjolkan potensi pertanian modern dan edukasi publik.

Sebuah kawasan baru bernama Duta Pengangguran resmi diperkenalkan sebagai agro-eduwisata yang menggabungkan konsep wisata petik anggur, pembelajaran budidaya pertanian, serta area rekreasi yang mudah diakses masyarakat urban.

Berlokasi strategis di kawasan Bareng, Kecamatan Klojen, destinasi ini menambah kekayaan wisata Kota Malang yang selama ini didominasi oleh wisata buatan dan kuliner.

Duta Pengangguran merupakan hasil transformasi aset negara yang sebelumnya kurang termanfaatkan.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang, Polbangtan, dan KPKNL, aset tersebut diolah menjadi ruang produktif dengan nilai tambah ekonomi, sosial, dan edukasi.

Kolaborasi ini menggunakan skema pemanfaatan barang milik negara (BMN), memungkinkan aset yang semula tidak terkelola berubah menjadi sumber inspirasi dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Besar Malang Ditunggu Pedagang, Harap Tanpa Beban Biaya Tambahan

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut positif hadirnya kawasan baru ini.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi aset BMN bukan hanya meningkatkan fungsi ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan untuk menciptakan destinasi unik yang mampu menarik wisatawan.

Menurutnya, wisata petik anggur di perkotaan masih jarang ditemukan di Indonesia, sehingga Duta Pengangguran memiliki peluang besar menjadi magnet baru bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda.

Wahyu juga menilai bahwa konsep agro-eduwisata ini mencerminkan sinergi antara kreativitas masyarakat dan inovasi informasi publik.

Dengan pendekatan yang lebih edukatif, masyarakat tidak hanya berkunjung untuk rekreasi, tetapi juga mendapatkan wawasan baru tentang pertanian modern, terutama budidaya anggur yang semakin diminati sebagai komoditas potensial.

Kawasan ini dikembangkan sebagai ruang yang ramah keluarga, pelajar, dan generasi muda.

Selain sebagai tempat wisata, Duta Pengangguran didesain menjadi ruang belajar terbuka tentang dunia pertanian.

Baca Juga :  Inflasi Kota Malang September 2025 Capai 0,39%, Daging Ayam dan Emas Jadi Penyumbang Utama

Model wisata seperti ini diharapkan mampu memicu minat masyarakat, khususnya anak muda, untuk mengenal pertanian dari sisi yang lebih modern, kreatif, dan berkelanjutan.

Duta Pengangguran menawarkan beragam pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat manfaat edukatif. Beberapa aktivitas unggulannya meliputi:

Wisata Petik Anggur Langsung dari Kebun

Pengunjung dapat menikmati pengalaman memetik anggur di tengah perkotaan.

Anggur ditanam secara modern dan dirawat dengan teknik budidaya yang ramah lingkungan, sehingga hasil panennya berkualitas.

Edukasi Budidaya Anggur dari Bibit hingga Panen

Destinasi ini menyediakan sesi edukasi tentang teknik penanaman, perawatan, hingga pemanenan anggur.

Sangat cocok untuk pelajar, petani pemula, maupun masyarakat umum yang ingin belajar langsung dari praktisi.

Greenhouse Edukasi

Fasilitas ini menjadi area pembelajaran pertanian modern, di mana pengunjung dapat melihat sistem tanam terkini yang lebih efisien dan inovatif.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Turun, Pasokan Melimpah dan Penyerapan Meningkat ke Bali dan Mataram

Spot Foto dan Sudut Informasi Pertanian Modern

Berbagai spot foto tematik serta papan informasi pertanian disediakan untuk memberikan pengalaman wisata sekaligus menambah wawasan.

Ruang Belajar Agro-Kreatif

Area ini dirancang sebagai tempat pengembangan kreativitas generasi muda dalam dunia agro-kreatif, termasuk workshop dan pelatihan sederhana.

Dengan konsep yang menarik, lokasi strategis, serta nilai edukasi yang kuat, Duta Pengangguran digadang-gadang menjadi ikon baru agro-eduwisata di Kota Malang.

Kehadirannya tidak hanya menawarkan alternatif rekreasi, tetapi juga memperkuat peran pertanian modern sebagai bagian dari gaya hidup dan pembelajaran masyarakat urban.

Destinasi ini diharapkan menjadi ruang inspiratif yang mempertemukan wisata, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kawasan yang menyenangkan dan bermanfaat.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru