Mahasiswa Jatim “Warning” Negara! Soroti Dana Asing ke NGO, Minta Pengawasan Diperketat

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Jatim desak pemerintah perketat pengawasan dana asing ke NGO demi transparansi dan menjaga stabilitas nasional.

Mahasiswa Jatim desak pemerintah perketat pengawasan dana asing ke NGO demi transparansi dan menjaga stabilitas nasional.

Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah Jawa Timur menjadi sorotan setelah mereka mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap pendanaan lembaga swadaya masyarakat (NGO), khususnya yang bersumber dari luar negeri.

Aksi tersebut digelar di depan Mapolda Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dalam aksi itu, mahasiswa menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pendanaan NGO guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional.

Soroti Dana Asing yang Tidak Transparan

Koordinator aksi, Figo, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah NGO yang beroperasi di Indonesia dengan sumber dana dari luar negeri, namun dinilai tidak transparan dalam pengelolaannya.

Baca Juga :  Dikebut! Pansus BUMD Jatim Target Rampung Akhir April, Laporan Penting Segera Diumumkan

“Penting bagi pemerintah, aparat penegak hukum untuk memberikan atensi terhadap fenomena ini. Negara jangan diam karena persatuan, stabilitas nasional sedang dipertaruhkan,” katanya saat berorasi di depan Gedung Kejaksaan Tinggi Jatim, Surabaya, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa negara harus segera bertindak jika ditemukan indikasi pelanggaran dalam aliran dana tersebut.

“Jika memang menemukan ada indikasi itu, negara harus mengambil sikap tegas. Jangan diam, jangan baru bertindak jika keadaan sudah semakin parah,” sambungnya.

Desak Regulasi Lebih Ketat

Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta pemerintah untuk memperkuat regulasi terkait transparansi pendanaan NGO. Hal ini dinilai penting seiring meningkatnya arus globalisasi dan masuknya modal asing ke berbagai sektor, termasuk organisasi non-pemerintah.

Baca Juga :  Pasokan Berkurang, Harga Cabai Rawit Merah di Kediri Alami Kenaikan

Selain itu, mereka juga menilai bahwa semakin banyaknya NGO yang beroperasi di Indonesia harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang lebih ketat dan terstruktur.

Tiga Tuntutan Utama Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, ISMEI Jawa Timur menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, di antaranya:

  1. Mendesak Polri dan Kejaksaan untuk mengusut dugaan aliran dana asing ke NGO yang dianggap meresahkan.
  2. Meminta pemerintah memperketat regulasi transparansi pendanaan lembaga swadaya masyarakat.
  3. Mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi intervensi asing.

Isu Transparansi Jadi Sorotan

Mahasiswa menilai bahwa transparansi dalam pendanaan NGO bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut stabilitas nasional dan kepercayaan publik.

Baca Juga :  Tuban Perkuat Validitas Data Pertanian dan Perikanan Lewat Monev Portal Satu Data

Dengan keterbukaan informasi yang baik, masyarakat dapat mengetahui sumber dana serta aktivitas organisasi secara jelas, sehingga potensi penyalahgunaan dapat diminimalisir.

Aksi ini menjadi bagian dari meningkatnya perhatian publik terhadap isu pengawasan organisasi non-pemerintah di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru