Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah Jawa Timur menjadi sorotan setelah mereka mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap pendanaan lembaga swadaya masyarakat (NGO), khususnya yang bersumber dari luar negeri.
Aksi tersebut digelar di depan Mapolda Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Dalam aksi itu, mahasiswa menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pendanaan NGO guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional.
Soroti Dana Asing yang Tidak Transparan
Koordinator aksi, Figo, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah NGO yang beroperasi di Indonesia dengan sumber dana dari luar negeri, namun dinilai tidak transparan dalam pengelolaannya.
“Penting bagi pemerintah, aparat penegak hukum untuk memberikan atensi terhadap fenomena ini. Negara jangan diam karena persatuan, stabilitas nasional sedang dipertaruhkan,” katanya saat berorasi di depan Gedung Kejaksaan Tinggi Jatim, Surabaya, Jumat (24/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa negara harus segera bertindak jika ditemukan indikasi pelanggaran dalam aliran dana tersebut.
“Jika memang menemukan ada indikasi itu, negara harus mengambil sikap tegas. Jangan diam, jangan baru bertindak jika keadaan sudah semakin parah,” sambungnya.
Desak Regulasi Lebih Ketat
Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta pemerintah untuk memperkuat regulasi terkait transparansi pendanaan NGO. Hal ini dinilai penting seiring meningkatnya arus globalisasi dan masuknya modal asing ke berbagai sektor, termasuk organisasi non-pemerintah.
Selain itu, mereka juga menilai bahwa semakin banyaknya NGO yang beroperasi di Indonesia harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang lebih ketat dan terstruktur.
Tiga Tuntutan Utama Mahasiswa
Dalam aksi tersebut, ISMEI Jawa Timur menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, di antaranya:
- Mendesak Polri dan Kejaksaan untuk mengusut dugaan aliran dana asing ke NGO yang dianggap meresahkan.
- Meminta pemerintah memperketat regulasi transparansi pendanaan lembaga swadaya masyarakat.
- Mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi intervensi asing.
Isu Transparansi Jadi Sorotan
Mahasiswa menilai bahwa transparansi dalam pendanaan NGO bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut stabilitas nasional dan kepercayaan publik.
Dengan keterbukaan informasi yang baik, masyarakat dapat mengetahui sumber dana serta aktivitas organisasi secara jelas, sehingga potensi penyalahgunaan dapat diminimalisir.
Aksi ini menjadi bagian dari meningkatnya perhatian publik terhadap isu pengawasan organisasi non-pemerintah di tengah dinamika global yang semakin kompleks.











