Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 26 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peternak Malang sukses jual kambing lewat live streaming. Penjualan naik dua kali lipat jelang Idul Adha 2026.

Peternak Malang sukses jual kambing lewat live streaming. Penjualan naik dua kali lipat jelang Idul Adha 2026.

Malang – Cara penjualan hewan kurban mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya banyak pedagang mengandalkan lapak di pinggir jalan, kini sebagian peternak mulai beralih memanfaatkan media sosial dan siaran langsung atau live streaming untuk menjangkau pembeli lebih luas. Salah satunya dilakukan peternakan kambing This Is Farm di Kota Malang yang sukses meningkatkan penjualan melalui strategi digital.

Menjelang Idul Adha 2026, strategi pemasaran digital tersebut terbukti membawa hasil positif. Penjualan kambing di peternakan itu dilaporkan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jualan dari Kandang, Andalkan Media Sosial

Pemilik This Is Farm, Lucky Aditya Ramadhan, mengaku memilih menjual kambing langsung dari kandang tanpa membuka lapak musiman.

“Karena kita gak buka lapak dan pilih jualan langsung di kandang, tantangannya adalah bagaimana kambing ini bisa laku dan kandang kami diketahui masyarakat luas. Strateginya, kita nge-push di media sosial dan live streaming,” ujarnya.

Baca Juga :  Koku Jin: UMKM Kopi Susu Robusta Dampit dari Malang yang Ramah Lingkungan dan Siap Go Digital

Strategi tersebut dilakukan melalui berbagai platform digital seperti Instagram, WhatsApp, hingga siaran langsung di TikTok yang dilakukan secara rutin. Saat live streaming, calon pembeli dapat melihat langsung kondisi kambing, ukuran, jenis, hingga harga jualnya.

Penjualan Naik Dua Kali Lipat

Lucky menyebut strategi digital yang diterapkan berhasil meningkatkan penjualan secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2025 itu aku jual cuman sekitar 30 ekor kambing. Tapi sekarang naik 100% atau dua kali lipat, sampai H-3 Idul Adha ini sudah lebih dari 70 ekor kambing terjual,” ungkapnya.

Ia juga optimistis jumlah tersebut masih dapat bertambah mendekati hari pelaksanaan kurban.

Pembeli Datang dari Luar Kota

Tidak hanya melayani pembeli dari Malang Raya, pasar yang dijangkau melalui media sosial juga semakin luas.

Baca Juga :  Inflasi Kota Malang September 2025 Capai 0,39%, Daging Ayam dan Emas Jadi Penyumbang Utama

“Penjualan kita itu sekitar 60-70% datang dari online (Instagram dan TikTok). Sisanya 20% dari relasi atau jaringan, dan 10% kebetulan lewat atau dengar rekomendasi dari teman,” paparnya.

Pembeli bahkan datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan hingga Tangerang dan Bogor.

Harga Kambing Capai Rp9 Juta

Peternakan tersebut menyediakan berbagai jenis kambing dengan variasi ukuran dan harga yang berbeda.

“Untuk harga kambing disini mulai dari paling murah itu Rp 2,7 juta dan yang paling mahal sampai Rp 9 juta karena ini masuknya jumbo premium,” terangnya.

Jenis kambing yang dijual meliputi kambing Etawa, Jawa Randu hingga Senduro dengan kategori premium.

Digitalisasi Jadi Peluang Baru Peternak

Perubahan pola penjualan menunjukkan bahwa teknologi kini mulai menjadi bagian penting dalam bisnis peternakan. Selain memperluas pasar, metode live streaming juga dinilai membantu menekan biaya operasional seperti penyewaan lapak sementara.

Baca Juga :  Cita Rasa Tradisional yang Bertahan di Tengah Gempuran Zaman: Tempe Bungkil Khas Curungrejo, Malang

Dengan tren belanja digital yang terus berkembang, strategi pemasaran berbasis media sosial diperkirakan akan semakin banyak digunakan oleh pelaku usaha peternakan di masa mendatang.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru