Panduan Cerdas Mendiskusikan Perjanjian Permodalan dengan Investor

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 17 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

UMKMJATIM.COM – Sebelum menandatangani kerja sama pendanaan, penting bagi pemilik usaha untuk memahami posisi tawarnya dengan baik.

Hal ini hanya bisa dicapai jika pelaku usaha sudah memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang aset perusahaan, baik aset berwujud seperti tanah,

bangunan, dan kendaraan, maupun aset tidak berwujud seperti merek dagang, sistem kerja, hingga data pelanggan.

Bahkan aset digital, seperti akun media sosial dengan banyak pengikut atau database pelanggan loyal, bisa menjadi nilai tambah yang meningkatkan daya tawar di hadapan investor atau pemberi pinjaman.

Misalnya, apabila kondisi keuangan perusahaan sedang tidak stabil, sebagian data keuangan hilang, namun produk yang dijual terbukti memiliki pasar yang kuat di masa lalu—maka dalam situasi seperti ini, pelaku usaha perlu realistis.

Baca Juga :  Manfaat P2P Lending bagi Bisnis: Solusi Pendanaan Inovatif untuk UMKM

Dalam negosiasi dengan investor ekuitas, bisa jadi investor akan meminta porsi saham yang lebih besar sebagai kompensasi atas risiko yang mereka ambil.

Sementara dalam konteks pendanaan pinjaman, jika profil aset fisik dan administrasi perusahaan kurang solid, peluang untuk menegosiasikan bunga rendah atau nilai pinjaman di atas 60% dari nilai agunan menjadi semakin kecil.

Sebaliknya, jika perusahaan memiliki profil aset yang kuat, laporan keuangan rapi, manajemen berjalan baik,

dan aset tak berwujud terkelola dengan optimal—maka pelaku usaha dapat menawar agar pinjaman yang diberikan bisa mencapai 75–80% dari nilai aset fisik yang diagunkan.

Dalam situasi seperti ini, posisi tawar perusahaan jauh lebih baik, sehingga syarat dan ketentuan pendanaan bisa lebih menguntungkan.

Baca Juga :  Peluang Bisnis Pariwisata di Jawa Timur: Sektor Potensial dengan Pertumbuhan Pesat

Namun, terlepas dari kondisi perusahaan, pemahaman terhadap isi perjanjian pendanaan tetap menjadi kunci utama.

Untuk skema pinjaman, hal-hal penting yang wajib dibahas meliputi:

• Plafon kredit atau jumlah pinjaman yang disetujui,

• Skema bunga yang digunakan (apakah flat, anuitas, atau efektif),

• Jika menggunakan prinsip syariah, pelaku usaha perlu meminta penjelasan tentang perhitungan margin keuntungan,

• Tenor pinjaman atau jangka waktu pelunasan,

• Jadwal pembayaran cicilan,

• Serta berbagai biaya tambahan seperti administrasi, penalti keterlambatan, atau asuransi.

Sedangkan untuk skema ekuitas atau investasi saham, aspek-aspek yang tidak boleh dilewatkan dalam pembahasan mencakup:

• Jumlah dana investasi yang diberikan,

• Persentase saham yang diminta oleh investor,

Baca Juga :  Hobi Menjahit Bisa Jadi Sumber Cuan, Begini Cara Mengubahnya Jadi Bisnis Menjanjikan

• Kontribusi non-finansial dari investor, seperti pendampingan bisnis, akses ke teknologi, jaringan mitra, dan pasar,

• Hak kontrol seperti penempatan perwakilan di jajaran direksi atau komisaris,

• Serta mekanisme tata kelola keuangan, misalnya apakah setiap pengeluaran besar memerlukan persetujuan dari investor terlebih dahulu.

Diskusi yang terbuka dan menyeluruh mengenai poin-poin di atas akan membantu mencegah potensi konflik di masa depan, sekaligus membangun fondasi kepercayaan antara pemilik usaha dan investor.

Jangan terburu-buru menyetujui perjanjian hanya karena tergiur modal, tetapi pastikan setiap poin telah dipahami dan sesuai dengan visi jangka panjang bisnis Anda.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon
Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh
Desa Rejomulyo Targetkan Jadi Sentra Pisang Cavendish di Magetan, Dorong Ketahanan Pangan
Bupati Blitar Dorong “Bersih-Bersih” Kredit Macet BPR Penataran, Langkah Tegas di RUPS 2026 Jadi Sorotan
Arus Petikemas Internasional di Terminal Teluk Lamong Melonjak 91,9% di Awal 2026
Briguna BRI, Kredit Tanpa Agunan untuk Pegawai dan Pensiunan dengan Penghasilan Tetap

Berita Terkait

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Thursday, 5 March 2026 - 11:23 WIB

Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI

Wednesday, 4 March 2026 - 12:24 WIB

Cuan Belasan Juta! Petani Lumajang Raup Untung dari Manisnya Golden Melon

Wednesday, 4 March 2026 - 12:18 WIB

Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh

Tuesday, 3 March 2026 - 19:20 WIB

Desa Rejomulyo Targetkan Jadi Sentra Pisang Cavendish di Magetan, Dorong Ketahanan Pangan

Berita Terbaru