Harga Cabai Rawit di Jatim Naik Lagi, Penyerapan Lokal Jadi Pemicu

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 15 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kenaikan harga cabai rawit kembali terjadi di wilayah Jawa Timur, terutama setelah meningkatnya penyerapan lokal.

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri yang dirilis Sabtu, 14 Juni 2025.

Berdasarkan data dari Pasar Induk Pare, sejumlah varietas cabai rawit merah menunjukkan lonjakan harga meskipun pasokan masih stabil.

Suyono, Ketua APCI Kabupaten Kediri, menjelaskan bahwa meskipun distribusi cabai rawit merah belum mengalami penurunan, harga tetap mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan dari pasar lokal di Jawa Timur.

Menurutnya, permintaan dalam daerah yang lebih tinggi dari biasanya menjadi faktor utama penyebab naiknya harga cabai.

Beberapa jenis cabai rawit merah yang mengalami kenaikan yakni:

Baca Juga :  Peluang Bisnis Kerajinan Tangan: Kreativitas yang Bisa Jadi Sumber Cuan

CRM varietas Ori 212 dan Brengos 99, dari sebelumnya Rp41.000 per kilogram kini menjadi Rp44.000.

Varietas Asmoro 043, yang naik dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram.

Varietas Kamelia, mengalami kenaikan dari Rp38.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Cabai Lokal Kediri dan Prentol/Tumi 99, juga mencatat kenaikan dari Rp37.000 menjadi Rp39.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk jenis Cabai Merah Besar (CMB), harga pasar relatif lebih stabil.

Varietas Gada MK dijual seharga Rp21.000 per kilogram, Imola Rp20.000 per kilogram, dan Sandi 08 Rp18.000 per kilogram.

Adapun harga untuk Cabai Merah Keriting (CMK) justru berada di kisaran lebih rendah. Varietas Boos Tavi dijual dengan harga Rp14.000 per kilogram, sedangkan varietas Sibad dipatok Rp13.000 per kilogram.

Baca Juga :  Pasokan Hanya untuk Kebutuhan Lokal, Serapan Cabai di Hari Lebaran Nihil

Dari sisi penyaluran, pasokan cabai rawit merah berasal dari berbagai wilayah Jawa Timur di antaranya Kediri dan Malang, dengan total pasokan sebanyak 21 ton.

Untuk cabai merah besar, volume yang masuk ke pasar dari daerah yang sama mencapai 10 ton, sedangkan cabai merah keriting tercatat hanya sekitar 2,5 ton.

Sementara itu, pengiriman cabai ke luar daerah pun terus dilakukan.

Kawasan Jabodetabek menerima pasokan cabai besar sebanyak 2 ton, cabai keriting 1 ton, dan cabai rawit 3 ton. Sementara itu, penyerapan oleh sektor industri tercatat mencapai 6 ton untuk cabai besar, dan 3 ton untuk cabai rawit.

Namun, distribusi ke wilayah Kalimantan untuk sementara dihentikan atau libur.

Baca Juga :  PT RPH Surabaya Siap Layani Hewan Kurban Iduladha 2025, Pastikan Sehat dan Bebas Penyakit

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ketersediaan pasokan tidak menurun drastis, dinamika harga tetap terjadi seiring fluktuasi permintaan, terutama dari pasar lokal.

Kenaikan harga ini menjadi perhatian penting, baik bagi petani, pedagang, maupun konsumen di Jawa Timur dan wilayah lainnya.

Dengan tren permintaan yang meningkat, para pelaku pertanian di sektor hortikultura diimbau untuk terus menjaga kualitas hasil panen serta memperkuat distribusi agar stabilitas harga dapat lebih terkontrol ke depannya.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru