Pemkot Malang Terjunkan 65 Petugas Cek Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2025

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 1 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian  melakukan langkah preventif untuk menjamin kualitas hewan kurban yang diperdagangkan.

Sebanyak 65 petugas diturunkan ke lapangan guna mengecek kondisi kesehatan hewan kurban yang dijual di wilayah Kota Malang.

Slamet Husnan, Kepala Dispangtan Kota Malang, menerangkan bahwa pengecekan ini dilakukan secara menyeluruh oleh semua bidang yang berada di bawah Dispangtan, termasuk di dalamnya bidang peternakan, pertanian, perikanan, serta sekretariat.

Ia menyampaikan bahwa pemeriksaan akan dimulai pada Senin, 2 Juni 2025, dan akan mencakup seluruh titik penjualan hewan kurban di wilayah kota.

Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah hewan disembelih.

Baca Juga :  Bazar Ramadan di Ponorogo Diserbu Warga, Sembako Murah Jadi Incaran

Slamet menyebutkan bahwa surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal juga akan diperiksa untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat sebelum diperjualbelikan.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa apabila dalam proses antemortem ditemukan hewan dengan gejala penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Disease (LSD), maka petugas di lapangan akan segera melakukan tindakan.

Hewan yang terindikasi sakit akan diberikan pengobatan langsung di lokasi dan tidak diizinkan untuk dijual.

Hewan tersebut juga akan dikarantina agar tidak menular ke hewan lainnya.

Dalam upaya memperkuat proses pemeriksaan, Dispangtan Kota Malang juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya.

Sekitar 250 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan turut dilibatkan untuk membantu dalam pemeriksaan lapangan.

Baca Juga :  Pemerintah Lanjutkan Program ATENSI 2025 untuk Anak Yatim Piatu, Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Pendidikan

Langkah ini diambil agar proses pengecekan berjalan maksimal dan menjangkau seluruh titik penjualan hewan kurban.

Dispangtan juga mengingatkan para pedagang hewan kurban untuk selalu menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar tempat berdagang.

Kebersihan kandang dinilai sebagai faktor penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular yang bisa menyerang hewan ternak.

Slamet juga menegaskan bahwa apabila di luar waktu pemeriksaan ada hewan yang menunjukkan gejala sakit, pedagang diminta segera melapor kepada Dispangtan.

Untuk memudahkan pelaporan, informasi kontak dan saluran pengaduan telah disebarluaskan melalui media sosial resmi dinas.

Melalui pengawasan yang ketat ini, Pemkot Malang berharap masyarakat dapat merasa lebih tenang dalam memilih hewan kurban.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha 1446 H Peternak di Sumenep Mulai Siapkan Kambing Kurban

Pemerintah berkomitmen memastikan bahwa hewan yang dijual tidak hanya sehat, tetapi juga layak dikurbankan sesuai syariat dan aman dikonsumsi.

Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin kesehatan hewan kurban sekaligus menjaga kelancaran dan keberkahan perayaan Idul Adha di Kota Malang.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru