Bupati Sumenep Tegaskan Penolakan Pengoplosan Beras, Jaga Ketahanan Pangan dan Lindungi Petani

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 31 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kejujuran dalam distribusi beras.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menolak praktik pengoplosan beras yang dinilai merugikan konsumen sekaligus mengancam kesejahteraan petani.

Bupati Fauzi menekankan bahwa pemerintah daerah akan selalu mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan ekosistem pangan yang adil, transparan, dan berkelanjutan.

Menurutnya, perlindungan terhadap petani harus menjadi prioritas, mulai dari proses produksi hingga distribusi.

Ia menilai praktik pengoplosan tidak hanya menurunkan kualitas beras di pasaran, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap rantai distribusi pangan.

Lebih lanjut, Bupati Fauzi menyatakan bahwa peran aktif para pelaku distribusi, pedagang, hingga konsumen sangat penting dalam menjaga integritas pasar.

Baca Juga :  Prospek Ekonomi Jawa Timur 2025: Pertumbuhan Stabil dan Strategi Penguatan Sektor Unggulan

Ketahanan pangan, menurutnya, bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga kejujuran dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam proses distribusi.

Pemkab Sumenep juga menegaskan komitmennya untuk selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bupati Fauzi menilai bahwa keberhasilan program pangan tidak hanya dapat dicapai dengan meningkatkan produksi gabah, tetapi juga dengan memastikan proses distribusi yang bersih dari praktik curang.

Selain itu, pemerintah daerah berencana memperketat pengawasan terhadap peredaran beras di pasaran.

Upaya ini akan dilakukan dengan menggandeng aparat penegak hukum, dinas terkait, serta lembaga perlindungan konsumen agar praktik pengoplosan bisa diberantas.

Baca Juga :  Bagor Klodjen: Bakso Goreng Viral yang Mencuri Perhatian di Pasar Klojen Malang

Pemkab Sumenep juga mendorong pedagang untuk menjunjung tinggi etika bisnis demi menciptakan pasar pangan yang sehat.

Bupati Fauzi memberi tambahan, bahwa pihaknya ingin menciptakan ekosistem pertanian yang bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak, khususnya petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan.

Menurutnya, dengan harga gabah yang adil dan distribusi yang transparan, kesejahteraan petani dapat meningkat, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi perekonomian daerah.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih kritis dan tidak ragu melaporkan apabila terjadi dugaan praktik pengoplosan beras kepada pihak berwenang.

Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Bupati Fauzi optimistis integritas distribusi pangan di Sumenep dapat terjaga.

Baca Juga :  PELNI Resmikan Desa Mandiri Pandanrejo, Batu: Wujud Ketahanan Pangan dan Dukungan Kapal Penumpang

Ia menegaskan kembali bahwa ketahanan pangan tidak sekadar masalah teknis, tetapi juga menyangkut moralitas dan juga tanggung jawab sosial.

Karena hal itulah, Pemkab Sumenep akan terus melakukan sosialisasi beserta pengawasan agar praktik curang di sektor pangan bisa ditekan semaksimal mungkin.

Melalui upaya ini, Sumenep diharapkan bisa menjadi contoh daerah yang mampu menciptakan sistem pangan yang sehat, adil, dan berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru