Peternak Milenial Lamongan Didorong Naik Kelas: Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan dan Pemasaran

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 5 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Sektor peternakan di Kabupaten Lamongan mulai menunjukkan geliat positif berkat peran aktif peternak muda yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Beberapa produk hasil peternakan bahkan telah berhasil dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk wilayah Jabodetabek, Gresik, hingga Lampung.

Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi peternakan lokal sebenarnya sangat besar jika dikelola dengan baik dan mendapatkan dukungan memadai.

Namun, di balik kesuksesan sebagian pelaku usaha, masih banyak peternak lainnya yang belum sepenuhnya percaya diri untuk mengembangkan usahanya ke tingkat lebih tinggi.

Hal ini disebabkan oleh minimnya pemahaman tentang manajemen usaha peternakan modern serta tantangan pemasaran di era digital.

Sejumlah peternak milenial yang hadir dalam kegiatan pendampingan menyampaikan bahwa mereka masih membutuhkan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah,

Baca Juga :  Serangan Bakteri Xanthomonas Mengancam Produktivitas Padi di Jember, Petani Diharap Waspada

baik dalam bentuk pelatihan teknis, pendampingan lapangan, maupun bantuan promosi produk.

Salah satu peternak muda bahkan berharap agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pemberian bantuan alat atau bibit, tetapi juga memberikan edukasi secara konsisten agar mereka mampu mandiri dalam mengelola peternakan.

Ia menekankan pentingnya adanya forum diskusi antara peternak dan instansi terkait, termasuk konsultasi mengenai strategi produksi, pengolahan limbah, kesehatan hewan, hingga peningkatan kualitas pakan ternak.

Banyak produk peternakan lokal memiliki kualitas unggul, namun belum maksimal dalam menjangkau pasar yang lebih luas.

Dukungan pemerintah dalam membantu promosi dan menjalin kerja sama dengan distributor atau ritel besar sangat dibutuhkan agar produk peternak Lamongan bisa lebih dikenal secara nasional.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ketahanan Pangan, Wujud Nyata Visi Ekonomi Desa

Salah satu bentuk fasilitasi yang diharapkan adalah pelatihan digital marketing dan e-commerce, mengingat pola konsumsi masyarakat saat ini telah banyak bergeser ke platform daring.

Pemerintah Kabupaten Lamongan sendiri melalui Dinas Peternakan dan instansi terkait telah menunjukkan komitmen untuk terus mendampingi para peternak muda.

Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder lainnya menjadi strategi kunci untuk mendorong sektor peternakan lokal agar naik kelas, mandiri, dan berkelanjutan.

Langkah ini juga sejalan dengan visi besar pembangunan daerah yang menempatkan sektor pertanian dan peternakan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

Keberhasilan peternak milenial dalam memperluas pasar bukan hanya memberi keuntungan secara individu, namun turut menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

Baca Juga :  Polres Lamongan Salurkan 27 Ton Beras Murah SPHP Lewat Gerakan Pangan Murah di 27 Polsek

Dengan kolaborasi yang solid dan pendampingan berkelanjutan, para peternak muda di Lamongan diyakini mampu menciptakan inovasi baru yang berdampak luas bagi pembangunan ekonomi daerah.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru