Strategi UMKM Kuliner Malang Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Bahan Baku

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 29 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner tengah menghadapi tantangan serius akibat kenaikan harga bahan baku yang berdampak langsung pada biaya operasional.

Namun, pemilik Danish Kitchen, Anna, membuktikan bahwa inovasi dan strategi yang tepat dapat membantu bisnis tetap bertahan bahkan di tengah tekanan ekonomi.

Anna menjelaskan bahwa salah satu cara yang diterapkannya untuk menekan biaya adalah dengan mencari bahan baku alternatif yang lebih terjangkau.

Langkah ini dinilai cukup efektif dalam menjaga kelangsungan usaha.

Namun, ia juga mengakui bahwa penggunaan bahan alternatif perlu disesuaikan dengan kehati-hatian karena dapat memengaruhi rasa produk yang menjadi ciri khas usahanya.

Baca Juga :  DPRD Lamongan Dorong Industri Terapkan Prinsip Hijau dan Berkelanjutan

Selain itu, Anna menerapkan sistem harga berjenjang untuk beberapa jenis produk. Strategi ini memungkinkannya menyesuaikan harga jual agar tetap terjangkau bagi pelanggan tanpa harus mengurangi kualitas makanan.

Menurutnya, fleksibilitas dalam menentukan harga menjadi salah satu kunci agar usaha kuliner mampu bersaing di tengah perubahan pasar.

Jika modal mencukupi, Anna lebih memilih membeli bahan baku dalam jumlah besar.

Pembelian secara grosir dari pemasok terpercaya membantu menekan biaya sekaligus memastikan ketersediaan stok tetap aman.

Dengan cara ini, risiko kenaikan harga yang mendadak dapat diminimalisir sehingga bisnis tetap berjalan stabil.

Danish Kitchen juga terus mempertahankan kualitas rasa sebagai kekuatan utama. Anna menekankan bahwa cita rasa adalah faktor penting dalam membangun loyalitas pelanggan.

Baca Juga :  Wujud Nyata Kepedulian Sosial, Baznas Pasuruan Salurkan Insentif Guru Ngaji Langgar

Ia percaya bahwa meskipun harga bahan baku naik, menjaga kualitas rasa akan membuat konsumen tetap setia.

Tidak hanya itu, inovasi juga menjadi fokus utama dalam strategi bisnisnya.

Anna menilai bahwa pelaku UMKM kuliner perlu memberdayakan sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan.

Dengan adanya pelatihan ini, tim dapat mengembangkan ide-ide baru yang dapat dijadikan produk unggulan dan memberikan nilai tambah bagi bisnis.

Pemanfaatan bahan baku lokal juga menjadi strategi yang dijalankan Anna.

Ia mencontohkan penggunaan waluh sebagai bahan utama dalam menciptakan produk khas yang memiliki nilai jual tinggi.

Menurutnya, langkah ini bukan hanya mampu menciptakan diferensiasi produk, tetapi juga mendukung perekonomian lokal dengan memberdayakan petani setempat.

Baca Juga :  Stok Beras Bulog Malang Surplus 68 Ribu Ton, Harga Pasar Tetap Tinggi

Anna optimistis bahwa inovasi, efisiensi, dan manajemen yang tepat akan membuat UMKM kuliner tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang di tengah situasi yang menantang.

Ia percaya bahwa adaptasi menjadi kunci utama bagi pelaku usaha kecil agar bisa terus tumbuh secara berkelanjutan.

Dengan kombinasi strategi tersebut, Danish Kitchen menjadi contoh nyata bagaimana UMKM dapat menghadapi kenaikan harga bahan baku tanpa kehilangan identitas dan kualitas produk yang mereka tawarkan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru