Gerakan Pangan Murah Serentak di Jawa Timur: Upaya Kendalikan Harga Beras dan Jaga Stok

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 30 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Surabaya, TNI Kodam V Brawijaya, serta Perum BULOG Kanwil Jawa Timur melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional yang digelar di 7.285 kecamatan pada 38 provinsi di Indonesia, dengan tujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras.

Di Jawa Timur sendiri, pelaksanaan GPM mencakup 962 titik distribusi, menjangkau hampir seluruh kabupaten dan kota.

Langkah ini diharapkan memberi akses lebih luas kepada masyarakat terhadap beras dengan harga yang terjangkau.

Peluncuran GPM secara nasional dipimpin langsung dari Jakarta oleh jajaran pejabat tinggi, termasuk Direktur Utama Perum BULOG, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perdagangan, dan Menteri Pertanian.

Di Surabaya, acara utama berpusat di Lapangan Flores, Kecamatan Wonokromo. Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta Pimpinan Perum BULOG Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu A.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Persyaratan Membuat SKTM 2025 untuk Akses Bantuan dan Layanan Publik

Kehadiran tokoh-tokoh penting ini memperlihatkan betapa seriusnya pemerintah dalam menjaga kestabilan harga pangan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang dinamis.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya memperluas distribusi beras SPHP ke pasar tradisional.

Ia menyoroti keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium Rp13.500/kg, sementara beras SPHP dijual dengan harga Rp12.500/kg.

Menurutnya, distribusi beras subsidi ini harus lebih optimal, baik melalui pasar tradisional maupun jalur distribusi resmi lain.

Tujuannya agar stok tetap aman, harga terjaga, dan masyarakat bisa membeli dengan harga sesuai ketentuan.

Hingga kini, penyaluran beras SPHP di Jawa Timur dilaporkan telah mencapai 173 ribu ton, angka yang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan.

Baca Juga :  Sinergi dengan Petani dan Peternak Lokal: DPKP Jatim Perluas Gerakan Pangan Murah di Ponorogo

Pimpinan Perum BULOG Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, menjelaskan secara rinci jumlah beras yang disalurkan melalui program ini.

Dari total 4.863 ton beras SPHP, distribusi dilakukan melalui:

654 titik kecamatan sebanyak 3.639 ton

16 titik Polri sebanyak 42 ton

129 titik TNI sebanyak 630 ton

8 titik PTPN sebanyak 4,9 ton

6 titik PT Pos sebanyak 12 ton

149 titik lainnya sebanyak 534 ton

Menurut Langgeng, distribusi masif ini diharapkan mampu menekan harga beras medium di Jawa Timur agar segera turun di bawah HET yang telah ditentukan.

Pelaksanaan GPM serentak bukan hanya untuk menyemarakkan HUT RI, tetapi juga menjadi strategi penting menjaga stabilisasi harga pangan.

Baca Juga :  Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Jagung di Sidoarjo

Dengan distribusi langsung dari BULOG, masyarakat memiliki akses lebih mudah terhadap beras dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar umum.

Selain itu, GPM juga berperan menekan potensi spekulasi harga dari pihak-pihak tertentu, sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat. J

ika program ini terus dijalankan secara konsisten, maka ketahanan pangan di Jawa Timur maupun skala nasional bisa semakin kuat.

Gerakan Pangan Murah di Jawa Timur menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung ketersediaan pangan dengan harga yang stabil.

Melalui distribusi beras SPHP di ratusan titik, masyarakat mendapatkan kepastian akses sekaligus solusi untuk menghadapi lonjakan harga di pasar.

Dengan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan BULOG, program ini diharapkan tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru