Perlindungan Pekerja Konstruksi di Tuban Diperkuat Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 26 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pekerja di sektor jasa konstruksi dikenal memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang lebih tinggi dibandingkan sektor lain.

Hal inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Tuban untuk mengeluarkan surat edaran khusus terkait kewajiban perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja konstruksi melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tuban, Anita Riza Chaerani, menyampaikan bahwa surat edaran ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan keselamatan kerja di sektor tersebut.

Menurutnya, pada tahun 2024 tingkat kepatuhan perusahaan jasa konstruksi terhadap kewajiban kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan tren peningkatan.

Riza menjelaskan bahwa saat ini setiap vendor yang menerima pekerjaan dari APBD maupun APBN diwajibkan mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Kampung Nelayan Merah Putih Pujiharjo Disiapkan Jadi Proyek Percontohan Nasional

Aturan ini berlaku baik untuk tenaga kerja tetap maupun pekerja borongan yang sifatnya sementara.

Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan jaminan perlindungan sosial sehingga pekerja merasa lebih aman saat bekerja, sementara perusahaan juga tidak lagi terbebani dengan risiko finansial jika terjadi kecelakaan kerja.

Upaya sosialisasi terus dilakukan BPJS Ketenagakerjaan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, salah satunya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Hasilnya, program ini mendapatkan respon positif dari kalangan pengusaha maupun pekerja.

Dengan adanya perlindungan jaminan sosial, pelaksanaan proyek konstruksi diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan minim risiko, baik dari sisi pekerja maupun pelaksana proyek.

Jika terjadi kecelakaan kerja atau risiko lain di lapangan, BPJS Ketenagakerjaan siap memberikan santunan kepada korban maupun keluarganya sesuai regulasi yang berlaku.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Syarat Pencairan JHT Setelah Resign untuk Proses yang Lebih Cepat

Dengan demikian, pengusaha tidak lagi perlu mengalokasikan dana darurat untuk menanggung biaya yang timbul akibat kecelakaan, karena semua sudah tercakup dalam program jaminan sosial.

Langkah ini tidak hanya memberikan kepastian perlindungan bagi pekerja, tetapi juga menjadi solusi bagi perusahaan dalam mengelola risiko biaya.

Selain mendorong kepatuhan perusahaan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tuban juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan.

Menurut Riza, pihaknya tidak hanya bergerak cepat dalam urusan administrasi pendaftaran, tetapi juga dalam penanganan risiko yang terjadi di lapangan.

BPJS Ketenagakerjaan bahkan sering menerapkan layanan jemput bola dengan langsung mendatangi keluarga korban jika terjadi kecelakaan kerja atau kematian.

Hal ini dilakukan untuk memastikan santunan dan layanan dapat diterima dengan cepat tanpa kendala birokrasi yang berbelit.

Baca Juga :  Powell Picu Kecemasan, IHSG Awal Pekan Menguat Tipis

Perlindungan tenaga kerja jasa konstruksi di Kabupaten Tuban kini semakin diperkuat dengan adanya aturan wajib kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui kerja sama pemerintah daerah, OPD terkait, serta komitmen perusahaan, diharapkan seluruh pekerja dapat merasakan jaminan keselamatan yang layak.

Langkah ini tidak hanya memberikan rasa aman bagi para pekerja di lapangan, tetapi juga mendukung kelancaran proyek pembangunan di Tuban dengan sistem perlindungan sosial yang lebih komprehensif.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru