Pasar Murah Jatim 2025: Strategi Pemprov untuk Ringankan Beban Keluarga dan Perkuat UMKM

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menghadirkan Pasar Murah sebagai strategi untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

Program ini dinilai sangat bermanfaat karena barang-barang yang ditawarkan merupakan kebutuhan habis pakai yang setiap hari dikonsumsi masyarakat.

Melalui Pasar Murah, masyarakat memiliki kesempatan membeli bahan pokok dengan harga yang lebih rendah dibanding pasaran.

Dengan demikian, beban ekonomi keluarga bisa menjadi lebih ringan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah fluktuasi harga.

Selain membantu masyarakat mendapatkan harga terjangkau, keberadaan Pasar Murah juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Baca Juga :  Tol Ngawi–Kertosono Dorong Pariwisata dan UMKM, Akses Wisata Madiun Makin Mudah dan Cepat

Produk UMKM lokal dilibatkan dalam kegiatan ini sehingga mereka memiliki akses pasar yang lebih luas.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk pengendalian inflasi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi daerah.

Dengan adanya dukungan seperti ini, UMKM dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jaringan distribusi produk mereka.

Khofifah menekankan bahwa Pasar Murah akan terus digelar di berbagai wilayah Jawa Timur secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli dan ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga stabil.

Ia menambahkan bahwa barang-barang yang dijual di Pasar Murah adalah kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-118 di Magetan, Jaga Daya Beli dan Tekan Inflasi Daerah

Karena itu, ketika masyarakat bisa membelinya dengan harga lebih murah, otomatis tekanan pengeluaran rumah tangga akan berkurang.

Program ini pun menjadi wujud kepedulian pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dihadapi warga.

Dampak Langsung Pasar Murah

Program Pasar Murah terbukti memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, antara lain:

Mengurangi beban pengeluaran – kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula bisa dibeli dengan harga lebih terjangkau.

Menjaga daya beli – masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari meski harga di pasar umum cenderung naik.

Mendukung stabilitas ekonomi – dengan harga lebih stabil, potensi inflasi dapat ditekan.

Mendorong UMKM berkembang – pelaku usaha kecil memiliki peluang lebih besar untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat luas.

Baca Juga :  Kopdes Merah Putih Hadir di Ponorogo, Dorong Ekonomi Desa Lebih Mandiri dan Inklusif

Pasar Murah yang digencarkan Pemprov Jatim bukan hanya sekadar program penjualan barang murah, melainkan juga strategi komprehensif dalam mengendalikan inflasi,

menjaga daya beli, serta memperkuat ekonomi lokal melalui dukungan terhadap UMKM.

Dengan konsistensi pelaksanaan di berbagai daerah, diharapkan masyarakat Jawa Timur bisa terus terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pada saat yang sama, UMKM pun mendapat ruang lebih besar untuk berkembang sehingga ekonomi daerah semakin kuat dan berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru