Kampung Pandu Lamongan Menuju Kampung Tanpa Residu, Jadi Model Ketahanan Pangan Terpadu Nasional

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Tuesday, 17 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Kabupaten Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan melalui pengembangan Kampung Pandu (Ketahanan Pangan Terpadu).

Inisiatif ini digagas oleh Kodim 0812 Lamongan dan kini mulai menapaki langkah lebih jauh menuju kawasan bebas limbah atau kampung tanpa residu.

Transformasi luar biasa Kampung Pandu berawal dari kawasan bekas lintasan motorcross di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung.

Kini, wilayah tersebut telah disulap menjadi kawasan pertanian terpadu yang menyatukan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem integratif yang saling menopang.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat menghadiri panen raya padi varietas PJM 01 pada Senin (16/6/2025), menyampaikan bahwa kawasan tersebut menjadi representasi dari model pertanian masa depan.

Baca Juga :  Lamongan Catat Investasi Rp1,97 Triliun, Dua Perusahaan Raih Penghargaan Atas Kontribusi Strategis

Menurutnya, tidak ada bagian yang terbuang. Limbah dari peternakan dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sementara sisa hasil pertanian diolah menjadi pakan ternak.

Yuhronur juga menekankan bahwa semua elemen di Kampung Pandu dimaksimalkan hingga tidak menyisakan limbah, menjadikannya sebagai kawasan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Ia menyebut konsep ini sebagai contoh nyata penerapan pertanian terintegrasi atau integrated farming yang efektif dan efisien.

Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kesempatan itu, ketiganya juga meresmikan Bukit Tidar (Tunas Indonesia Berkibar), yang menjadi simbol optimisme dan kebangkitan sektor pertanian berbasis inovasi serta kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga :  Geopark Bojonegoro Disiapkan Jadi Kawasan Riset Ilmiah dan Pariwisata Berkelanjutan

Pangdam Rudy Saladin menjelaskan bahwa konsep pertanian terpadu tidak selalu berarti semua sektor ditempatkan dalam satu lokasi fisik.

Menurutnya, esensi dari integrated farming adalah bagaimana setiap sektor—baik pertanian, peternakan, maupun perikanan—saling mendukung melalui pemanfaatan limbah sebagai sumber daya bagi sektor lainnya.

Tambahan dari pernyataanya, Kodim 0812 Lamongan tidak sekadar memfokuskan pengembangan infrastruktur pertanian semata, tetapi juga mengenai riset dan inovasi melalui varietas padi unggul lokal seperti PJM 01 hingga PJM 04.

Panen raya kali ini merupakan masa tanam ketiga dari varietas PJM 01 yang dikembangkan secara mandiri oleh Kodim 0812.

Lebih lanjut, Pangdam juga menyatakan komitmen TNI untuk mereplikasi program Kampung Pandu di berbagai Komando Resor Militer (Korem) di seluruh Jawa Timur.

Baca Juga :  Bulog Perkuat Sinergi di Lamongan: Penyerapan Gabah Capai 30 Persen Saat Panen Raya

Setiap Korem ditargetkan mengelola minimal 10 hektare lahan pertanian sebagai bagian dari strategi mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Dalam hal ini, Gubernur Khofifah menyambut baik langkah ini sebagai kerjasama konkret antara TNI, pemerintah daerah, dan juga masyarakat luas.

Menurutnya, integrasi ini menjadi jawaban atas tantangan pangan di masa depan.

Dengan keberhasilan Kampung Pandu, Lamongan kini menjadi pionir dalam pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan dan bebas residu.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru