Dorong Pasar Ber-SNI, Legislator Minta Revitalisasi Pasar Wadungasri Sidoarjo

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 19 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pasar tradisional dinilai sebagai pusat penting ekonomi kerakyatan yang perlu ditingkatkan kualitasnya.

Bambang Haryo Soekartono, anggota Komisi VII DPR RI,  mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera merevitalisasi Pasar Wadungasri agar mampu memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Upaya ini diharapkan menjadikan pasar tersebut sebagai pasar tradisional percontohan, sekelas dengan Pasar Sukodono yang telah lebih dulu mendapatkan sertifikasi SNI.

Dalam kunjungannya ke Pasar Wadungasri pada Kamis (19/6/2025), Bambang menyampaikan bahwa revitalisasi tidak hanya penting dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pasar tradisional seperti Wadungasri memiliki peran vital dalam menopang perekonomian rakyat,

karena menjadi tempat bertransaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menjadi pilihan belanja bagi berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Kodim 0805 Ngawi Dukung Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Perikanan dan Peternakan

Politikus tersebut melihat bahwa kondisi Pasar Wadungasri secara umum sudah mengalami peningkatan, terutama setelah adanya perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Namun, ia menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi agar pasar ini bisa bersaing dengan pusat perbelanjaan modern dan menjadi lebih layak dikunjungi.

Beberapa catatan penting yang disampaikannya meliputi kebutuhan akan pencahayaan yang memadai,

pengecatan ulang bangunan agar tidak terlihat kusam, serta peningkatan kualitas fasilitas sanitasi, terutama toilet.

Ia menyebut bahwa kebersihan menjadi faktor penting untuk menciptakan pasar yang sehat, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.

Tak hanya itu, Bambang juga menyoroti potensi lantai dua Pasar Wadungasri yang menurutnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga :  Wujudkan Kemandirian Ekonomi, Koperasi Merah Putih Malang Ditargetkan Mandiri dalam Setahun

Ia mengusulkan agar area tersebut dijadikan ruang multifungsi, misalnya sebagai kantor pengelola pasar, klinik kesehatan bagi pedagang dan pengunjung, serta tempat khusus untuk layanan tera timbangan.

Fasilitas tambahan ini dinilai akan menunjang pelayanan pasar secara keseluruhan dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap sistem jual beli di pasar tradisional.

Lebih lanjut, Bambang menekankan bahwa pasar tradisional di Sidoarjo memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai destinasi belanja unggulan.

Menurutnya, dengan penataan yang tepat dan dukungan pemerintah daerah, pasar-pasar tersebut dapat menjadi tempat belanja yang tidak kalah nyaman dari pusat perbelanjaan modern,

sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai ekonomi kerakyatan.

Revitalisasi pasar tradisional yang mengarah pada pemenuhan standar SNI, imbuhnya, bukan hanya soal tampilan fisik, tetapi juga menyangkut tata kelola,

Baca Juga :  Syarat Lengkap Pengajuan KUR BCA 2025: Panduan Terbaru untuk UMKM dan Pengusaha Pemula

pelayanan, dan fungsi sosial ekonomi yang dibawanya. Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga memberi perhatian lebih pada pengembangan pasar rakyat.

Melalui perbaikan yang menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun manajerial, Bambang optimistis pasar tradisional di Sidoarjo, termasuk Pasar Wadungasri,

dapat bersaing dan menjadi pasar modern berbasis kerakyatan yang menginspirasi daerah lain.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak
Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan

Berita Terkait

Monday, 9 March 2026 - 19:39 WIB

Harga Jagung Anjlok Saat Panen! Petani Sekar Bojonegoro Terpaksa Jual Murah ke Tengkulak

Monday, 9 March 2026 - 15:41 WIB

Konflik Timur Tengah Mengguncang Ekspor Jawa Timur, Biaya Logistik Terancam Melonjak

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Berita Terbaru