Harga Cabai di Pasar Induk Pare Kediri Stabil Meski Serapan Jabodetabek dan Industri Libur

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 10 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Harga berbagai jenis cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, dilaporkan masih dalam kondisi stabil meskipun pengiriman ke sejumlah wilayah seperti Jabodetabek, industri pengolahan, dan pasar Kalimantan tengah mengalami jeda sementara.

Informasi ini disampaikan oleh Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kediri pada Rabu (9/7/2025).

Ketua APCI Kediri, Suyono, menjelaskan bahwa dinamika harga cabai hingga saat ini masih tergolong wajar dan tidak menunjukkan gejolak signifikan.

Ia mengungkapkan bahwa perubahan harga yang terjadi, baik naik maupun turun dalam kisaran Rp2.000 per kilogram, masih dalam kategori fluktuasi normal untuk komoditas hortikultura seperti cabai.

Untuk  Cabai Merah Besar (CMB), jenis Gada MK dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram, jenis Imola berada di harga Rp24.000 per kilogram, sementara jenis Sandi 08 dipasarkan dengan harga Rp22.000 per kilogram.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Turun di Kediri, Pasokan Melimpah Tekan Harga Pasar

Sementara itu, untuk Cabai Merah Keriting (CMK), varietas Boos Tavi dijual dengan harga Rp23.000 per kilogram, dan varietas Sibad dilepas di harga Rp21.000 per kilogram.

Meskipun kegiatan pengiriman ke Jabodetabek dan wilayah Kalimantan serta permintaan dari industri sedang mengalami libur sementara, ketersediaan stok dan pasokan cabai dari wilayah Jawa Timur tetap terjaga.

Untuk Cabai Rawit Merah, pasokan berasal dari petani lokal Kediri dan Malang, dengan total volume mencapai 12 ton.

Adapun untuk Cabai Merah Besar, distribusi dari Kediri dan Malang menyuplai sekitar 7 ton, sementara Cabai Merah Keriting dari wilayah Kediri menyumbang 1,5 ton pasokan ke pasar induk.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem distribusi dan produksi cabai dari petani di wilayah Kediri dan sekitarnya cukup tangguh dalam menghadapi dinamika pasar, bahkan ketika terjadi penurunan permintaan dari sektor industri dan daerah luar pulau.

Baca Juga :  Primadona Baru Investor Milenial dan Gen Z di Tengah Iklim Investasi yang Tak Menentu: Emas Digital

Suyono menambahkan bahwa kestabilan harga ini juga menjadi indikator bahwa petani cabai di Kediri sudah semakin adaptif terhadap pola konsumsi pasar dan sistem logistik nasional.

Dengan pengelolaan produksi yang lebih efisien dan distribusi yang baik, kestabilan harga bisa lebih terjaga tanpa harus mengalami lonjakan drastis yang merugikan petani maupun konsumen.

Ia juga berharap agar kebijakan pemerintah daerah terus mendukung infrastruktur pertanian dan distribusi cabai,

sehingga kestabilan pasokan dan harga bisa terus dijaga dalam jangka panjang, terutama saat memasuki musim panen raya atau ketika ada lonjakan permintaan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru