Pasokan Menurun, Harga Cabai di Kediri Alami Kenaikan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 23 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pergerakan harga cabai di Kabupaten Kediri kembali menjadi perhatian.

Berdasarkan laporan Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Jumat (22/8/2025), pasokan cabai rawit yang masuk ke Pasar Induk Pare menurun cukup signifikan.

Jika sehari sebelumnya pasokan mencapai 18 ton, kini jumlahnya hanya sekitar 14 ton.

Penurunan tersebut langsung berdampak pada kenaikan harga di tingkat pasar.

Beberapa varietas cabai rawit maupun cabai keriting mengalami lonjakan harga Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar relatif stabil.

Rincian Harga Cabai Rawit

Harga Cabai Rawit Merah (CRM) terpantau naik untuk hampir semua varietas.

Untuk CRM varietas Ori 212 dan Brengos 99 yang sebelumnya dijual di harga Rp21.000 per kilogram kini naik Rp1.000 menjadi Rp22.000 per kilogram.

Baca Juga :  Lapas Kediri Panen Perdana Kangkung: Wujud Nyata Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Varietas Asmoro 043 juga mengalami penyesuaian harga dari Rp19.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Kemudian untuk varietas Prentol/Tumi 99 naik dari Rp16.000 ke Rp17.000 per kilogram.

Adapun varietas Kamelia bertahan di harga Rp19.000 per kilogram tanpa perubahan.

Harga Cabai Merah Besar Stabil

Berbeda dengan cabai rawit, harga Cabai Merah Besar (CMB) masih stabil. Varietas Gada MK berada di kisaran Rp24.000 per kilogram, varietas Imola Rp22.000 per kilogram, dan varietas Sandi 08 Rp20.000 per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan CMB masih mencukupi, sehingga tidak terjadi kenaikan harga seperti pada cabai rawit.

Cabai Merah Keriting Ikut Terkerek

Kenaikan harga juga terjadi pada Cabai Merah Keriting (CMK). Varietas Boos Tavi yang sehari sebelumnya dijual Rp19.000 kini naik Rp2.000 menjadi Rp21.000 per kilogram.

Baca Juga :  UKM Kabupaten Kediri Tampilkan Karya Kreatif di Pameran Inacraft 2025

Varietas Sibad juga ikut terkerek dari Rp17.000 ke Rp19.000 per kilogram.

Ketua APCI Kediri, Suyono, menjelaskan bahwa kenaikan harga terutama terjadi pada cabai rawit dan cabai keriting karena berkurangnya pasokan pada hari itu.

Sementara untuk cabai merah besar, harga relatif stabil.

Distribusi dan Serapan Cabai

Dari Pasar Induk Pare, cabai didistribusikan ke sejumlah daerah, termasuk Jabodetabek, Kalimantan, serta industri pengolahan. Untuk cabai keriting, pengiriman mencapai 0,5 ton, sedangkan cabai rawit merah sekitar 1,5 ton.

Industri menyerap cabai merah besar hingga 2 ton, ditambah 1,5 ton cabai rawit merah.

Sementara ke Kalimantan, pengiriman cabai rawit merah mencapai 5 ton.

Pasokan cabai merah besar sebagian besar berasal dari Kediri, Malang, dan Blitar dengan total 6 ton.

Baca Juga :  Surabaya Gelar Job Fair Disabilitas 2025: 285 Lowongan Dibuka, Ratusan Pencari Kerja Antusias

Untuk cabai merah keriting, wilayah Kediri menyumbang sekitar 1 ton. Sedangkan cabai rawit merah yang masuk ke Pasar Induk Pare didominasi dari Kediri dan Malang dengan total 14 ton.

Kenaikan harga cabai di Kediri memperlihatkan betapa sensitifnya harga pangan terhadap pasokan.

Meskipun cabai merah besar masih stabil, cabai rawit dan cabai keriting mengalami kenaikan akibat berkurangnya jumlah yang masuk ke pasar.

Jika tren pasokan menurun terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga cabai di tingkat konsumen akan semakin melonjak dalam beberapa waktu ke depan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru