Mesin Pulper Kopi Dorong Petani Situbondo Naik Kelas, UNEJ dan UNARS Hadirkan Solusi Teknologi

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Thursday, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, pada awal September 2025 menjadi saksi sebuah momen bersejarah bagi para petani kopi.

Balai desa yang biasanya lengang, kali ini dipenuhi wajah-wajah sumringah petani yang berkumpul menyaksikan penyerahan mesin pulper kopi dari Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) dan Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo.

Sebuah mesin berwarna perak berdiri kokoh di depan para petani. Bagi mereka, mesin tersebut bukan sekadar alat, melainkan simbol harapan baru.

Selama ini, proses pengupasan kulit kopi masih dilakukan secara manual.

Metode tradisional itu membutuhkan tenaga ekstra, memakan waktu lama, dan sering kali menghasilkan kualitas yang tidak seragam.

Ketua Kelompok Tani Argo Rengganis, Sugianto, menilai hadirnya mesin pulper akan meringankan pekerjaan sekaligus meningkatkan mutu hasil panen.

Baca Juga :  Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Ia menyampaikan bahwa kelompoknya sudah lama menghadapi kendala teknis dalam pascapanen, dan mesin ini diharapkan mampu memberi perubahan nyata.

Tim pengabdian yang dipimpin oleh Ir. Dimas B. Zahroza, SP., MP., hadir bersama dua rekannya, Ir. Hasbi Mubarak Suud, SP., MP., dan Abdullah Muhlis, SP., MP.

Mereka tidak hanya menyerahkan mesin, tetapi juga memberikan pelatihan pengoperasian dan perawatan.

Menurut Dimas, program ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung petani kopi agar dapat mengolah hasil panen dengan lebih cepat, higienis, dan berkualitas.

Dengan begitu, nilai jual kopi dari Situbondo diyakini bisa meningkat di pasar.

Dukungan serupa juga datang dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sumberargo, Ahmad Jasuli.

Baca Juga :  Polije Dorong Desa Selobanteng Jadi Percontohan Agriculture Based Tourism di Situbondo

Ia menjelaskan bahwa selama ini petani hanya menjual kopi gelondong basah dengan harga berkisar Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

Setelah adanya mesin pulper, petani memiliki peluang menjual kopi dalam bentuk HS kering dengan nilai yang jauh lebih tinggi, yakni Rp40.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Hal tersebut disebut sebagai lompatan besar yang dapat mendongkrak pendapatan petani.

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan kopi Situbondo, khususnya dari lereng Argopuro, ke pasar yang lebih luas.

Kolaborasi antara petani, akademisi, dan pemerintah desa diharapkan mampu memperkuat posisi kopi Situbondo sehingga tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga dapat bersaing di tingkat nasional.

Baca Juga :  Mensos Targetkan Setiap Pendamping PKH Situbondo Lepas 10 KPM Per Tahun untuk Dorong Kemandirian Ekonomi

Bagi kelompok tani Argo Rengganis, mesin pulper lebih dari sekadar bantuan alat. Benda tersebut menjadi simbol perubahan yang nyata.

Mereka percaya bahwa dengan dukungan teknologi, hasil panen kopi bisa meningkat, baik dari sisi kualitas maupun harga jual.

Sugianto meyakini kerja sama dengan perguruan tinggi akan terus berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang bagi para petani.

Di tengah semerbak aroma kopi dari kebun di sekitar desa, semangat baru kini tumbuh di kalangan petani.

Mereka merasa tidak lagi sekadar bermimpi untuk meningkatkan kesejahteraan.

Dengan adanya sinergi antara dunia akademik, masyarakat, dan pemerintah, harapan untuk menjadikan kopi Situbondo lebih berdaya saing kini benar-benar berada di depan mata.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru