Harga Tomat di Pasar Pamenang Pare Anjlok Drastis, Cabai dan Kentang Justru Naik

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 6 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pantauan harga bahan pokok di Pasar Pamenang Pare, Kabupaten Kediri pada awal September 2025 menunjukkan dinamika yang cukup mencolok.

Beberapa komoditas mengalami penurunan tajam, sementara lainnya justru merangkak naik.

Komoditas yang paling mencuri perhatian adalah tomat.

Dalam dua minggu terakhir, harganya jatuh dari Rp28.000 per kilogram menjadi hanya Rp4.000 per kilogram.

Penurunan lebih dari 80 persen ini membuat banyak pedagang dan pembeli terkejut. Para pedagang menyebut turunnya harga dipicu oleh melimpahnya pasokan di pasar.

Selain tomat, harga bawang merah juga mengalami penurunan.

Untuk kualitas A, harga yang sebelumnya Rp50.000 per kilogram kini hanya Rp35.000.

Kondisi ini sedikit meringankan beban rumah tangga, meskipun beberapa komoditas lain menunjukkan tren sebaliknya.

Baca Juga :  Kelangkaan Beras SPHP di Kediri, Masyarakat Beralih ke IR 64 Menjelang Ramadan

Berbanding terbalik dengan tomat, cabai rawit merah justru mengalami kenaikan harga.

Di tingkat eceran, harga naik dari kisaran Rp25.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Hal yang sama terjadi pada cabai besar yang kini juga dijual Rp28.000 per kilogram.

Kentang pun ikut naik, dari sebelumnya Rp15.000 menjadi Rp17.000 per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski sebagian harga sayur menurun, konsumen tetap harus menyiapkan anggaran lebih untuk kebutuhan dapur tertentu.

Pedagang menyebutkan bahwa harga bawang putih berada di level Rp28.000 per kilogram.

Sementara untuk empon-empon seperti laos, jahe, kunyit, dan kencur masih cenderung stabil.

Laos dijual Rp10.000, jahe Rp20.000, kunyit Rp12.000, dan kencur Rp35.000 per kilogram.

Baca Juga :  Wakil Bupati Lumajang Tekankan Pentingnya Gunakan KUR untuk Kegiatan Produktif, Bukan Konsumtif

Dari sejumlah empon-empon tersebut, laos, jahe, dan kunyit menjadi yang paling banyak dicari masyarakat.

Untuk komoditas beras, harga dinilai masih normal dan stabil. Beras jenis 64 super dipatok Rp13.800 per kilogram, sementara beras Bramo Rp14.500 per kilogram.

Banyak konsumen lebih memilih jenis 64 super karena dianggap lebih terjangkau dengan kualitas baik.

Harga minyak goreng curah terpantau Rp19.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng premium dijual Rp21.500 per liter.

Untuk daging ayam ras, harga berada di angka Rp33.000 per kilogram, sementara ayam kampung mencapai Rp72.000.

Harga daging sapi kualitas A tetap tinggi di Rp110.000 per kilogram.

Untuk telur ayam ras dijual Rp25.000, sedangkan telur ayam kampung Rp50.000 per kilogram.

Baca Juga :  Cara Lengkap Cek Saldo PIP 2025 Lewat ATM: Praktis, Cepat, dan Tanpa Ribet

Pantauan juga menunjukkan harga kedelai impor Rp11.000 dan kedelai lokal Rp12.500 per kilogram.

Jagung pipilan kering dipatok Rp7.000, kacang tanah Rp26.500, wortel Rp11.000, tepung terigu Rp12.000, dan kol/kubis Rp8.500 per kilogram.

Fluktuasi harga bahan pokok di Pasar Pamenang Pare, Kediri mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang dinamis.

Meski turunnya harga tomat dan bawang merah memberi sedikit kelegaan, kenaikan cabai, kentang, dan beberapa komoditas lain tetap menjadi perhatian masyarakat.

Stabilitas harga beras serta bumbu dapur memberikan keseimbangan, namun kebutuhan rumah tangga tetap dipengaruhi oleh perubahan harga di pasar tradisional ini.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 15:38 WIB

Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terbaru