Pasokan Berkurang, Harga Cabai Rawit Merah di Kediri Alami Kenaikan

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Saturday, 6 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Fluktuasi harga cabai kembali terjadi di Kabupaten Kediri. Pasar Induk Pare mencatat adanya kenaikan harga cabai rawit merah (CRM) pada Jumat, 5 September 2025.

Menurut data yang dirilis Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, lonjakan ini disebabkan pasokan yang berkurang di tengah tingginya permintaan.

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menyampaikan bahwa harga cabai rawit merah dari beberapa varietas mengalami kenaikan signifikan.

Varietas Brengos 99 yang sebelumnya dijual Rp21.000 kini naik Rp3.000 menjadi Rp24.000 per kilogram.

Sementara varietas Asmoro 043 yang awalnya Rp19.000 juga naik Rp3.000 hingga mencapai Rp22.000 per kilogram.

Varietas lain, yakni Prentol atau Tumi 99, yang semula berada di angka Rp14.000 kini menembus Rp17.000 per kilogram.

Baca Juga :  Harga Cabai Keriting di Kediri Naik Drastis, Pasokan Stabil tapi Permintaan Meningkat

Menurut Suyono, tren kenaikan ini dipicu oleh terbatasnya stok yang masuk pasar, sehingga memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.

Berbeda dengan cabai rawit merah, harga cabai merah keriting (CMK) terpantau relatif stabil.

Varietas Boos Tavi dijual Rp30.000 per kilogram, sedangkan varietas Sibad dipatok Rp28.000 per kilogram.

Suyono menegaskan bahwa baik pasokan maupun harga CMK tidak mengalami perubahan berarti.

Untuk cabai merah besar (CMB), harga juga cenderung stabil. Varietas Gada MK dijual Rp21.000 per kilogram, varietas Imola Rp19.000, dan varietas Sandi 08 berada pada kisaran Rp18.000 per kilogram.

Pasar Induk Pare bukan hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga memasok cabai ke berbagai wilayah lain.

Baca Juga :  DKPP Kediri Intensifkan Pemantauan Harga Pangan di 10 Pasar Tradisional

Untuk cabai keriting, pengiriman ke kawasan Jabodetabek mencapai 0,7 ton, sedangkan cabai rawit merah dikirim sebanyak 1,5 ton.

Selain itu, industri menyerap cabai besar sebanyak 5 ton dan cabai keriting 0,5 ton.

Tidak hanya itu, jalur distribusi juga mengarah ke luar Jawa, di antaranya ke Kalimantan dengan pengiriman cabai rawit merah mencapai 6 ton.

APCI mencatat bahwa pasokan cabai merah besar ke Pasar Induk Pare berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Kediri, Malang, Blitar, dan Jember dengan total 10 ton.

Untuk cabai merah keriting, pasokan berasal dari wilayah Kediri dengan jumlah 1,8 ton.

Sementara itu, cabai rawit merah didatangkan dari Kediri dan Malang dengan total pasokan 14 ton.

Baca Juga :  Lebaran 2025 Semakin Dekat, BI Jember Sediakan Layanan Penukaran Uang

Meski jumlah tersebut terlihat besar, kebutuhan pasar masih lebih tinggi sehingga menimbulkan kenaikan harga.

Lonjakan harga cabai rawit merah di Kediri menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Berkurangnya stok membuat harga tiga varietas utama — Brengos 99, Asmoro 043, dan Prentol/Tumi 99 — melonjak Rp3.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah besar dan cabai merah keriting masih relatif stabil, memberi sedikit keseimbangan di pasar.

Dengan distribusi ke berbagai daerah hingga luar pulau, Pasar Induk Pare tetap menjadi salah satu pusat perdagangan cabai penting di Indonesia.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern
Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional
Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya
Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Berita Terkait

Friday, 17 July 2026 - 11:02 WIB

Bupati Sumenep Dorong Koperasi Go Digital, Sebut Teknologi Jadi Kunci Bertahan di Era Modern

Wednesday, 15 July 2026 - 18:22 WIB

Produksi Beras Banyuwangi Tembus 255 Ribu Ton, Surplus 174 Ribu Ton Jadi Penopang Cadangan Pangan Nasional

Wednesday, 15 July 2026 - 18:19 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Sumenep Tiba-Tiba Melonjak, Pedagang Ungkap Penyebab Utamanya

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Berita Terbaru