Total Bantuan Sosial 2025 Capai Rp110,7 Triliun, Kemensos Fokus Salurkan BLTS dan Program Perlindungan Ekonomi Rakyat

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Sunday, 19 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKMJATIM.COM – Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menjaga daya beli masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) di tahun 2025.

Berdasarkan laporan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos), total nilai bantuan perlindungan sosial yang dikucurkan mencapai Rp110,718 triliun.

Dari total tersebut, sebagian besar dana digunakan untuk memperluas jangkauan bantuan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di berbagai daerah.

Tambahan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) menjadi salah satu komponen terbesar yang disalurkan pada triwulan terakhir tahun 2025, yakni mencapai Rp31,542 triliun.

Program tambahan BLTS ini bertujuan untuk memberikan dukungan ekonomi kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak fluktuasi harga pangan dan kenaikan biaya hidup.

Dengan tambahan tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga kestabilan daya beli masyarakat serta menekan angka kemiskinan.

Baca Juga :  Fenomena Warung Madura: Etos Kerja, Budaya Merantau, dan Tantangan di Tengah Persaingan Modern

Rincian Lengkap Bantuan Sosial Tahun 2025

Berdasarkan data resmi Kemensos, berikut rincian penyaluran bansos tahun 2025 yang menjangkau lebih dari 70 juta KPM di seluruh Indonesia:

Program Keluarga Harapan (PKH) Murni
Sebanyak 398.714 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan senilai Rp2,8 juta per tahun.

Total anggaran yang disiapkan untuk PKH Murni mencapai Rp1,116 triliun. Program ini menyasar keluarga miskin dengan komponen anggota rentan seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas.

Program Sembako Murni
Tercatat 8.675.797 KPM menerima bantuan sebesar Rp2,4 juta per tahun.

Total nilai bantuan dari program ini mencapai Rp20,822 triliun. Bantuan diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di e-warong atau agen resmi.

Baca Juga :  Bantuan Beras 10 Kg dan Minyakita 2 Liter Cair Oktober–November 2025: Upaya Pemerintah Kendalikan Inflasi dan Ringankan Beban Rakyat

Penerima Gabungan PKH dan Sembako
Sebanyak 9.601.286 KPM menerima bantuan gabungan antara PKH dan Sembako dengan nilai Rp5,2 juta per tahun.

Anggaran yang dialokasikan untuk kategori ini mencapai Rp49,927 triliun, menjadikannya porsi terbesar dari keseluruhan program perlindungan sosial tahun ini.

Penebalan Bansos Juni–Juli 2025
Pada pertengahan tahun, pemerintah menyalurkan bantuan tambahan kepada 18.277.083 KPM, masing-masing mendapatkan Rp400 ribu.

Total anggaran yang tersalurkan dalam program penebalan ini mencapai Rp7,311 triliun. Program tersebut diluncurkan untuk menstabilkan konsumsi masyarakat di tengah inflasi pangan.

Program Stimulus Ekonomi Oktober–Desember 2025 (Tambahan BLTS)
Pada triwulan keempat, 35.046.783 KPM mendapatkan Rp900 ribu per keluarga, dengan total penyaluran mencapai Rp31,542 triliun.

BLTS ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat daya tahan ekonomi rumah tangga menjelang akhir tahun.

Baca Juga :  Syarat Penerima dan Besaran Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Siswa SD hingga SMA

Komitmen Pemerintah Perkuat Jaring Pengaman Sosial

Dengan total penyaluran mencapai Rp110,718 triliun, tahun 2025 menjadi salah satu periode dengan alokasi bansos terbesar dalam lima tahun terakhir.

Pemerintah menegaskan bahwa penyaluran dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan tanpa potongan, bekerja sama dengan bank-bank Himbara serta pemerintah daerah untuk memperlancar distribusi.

Kemensos juga terus memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penerima bantuan benar-benar berasal dari keluarga yang memenuhi kriteria miskin dan rentan.

Program bansos tahun 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, memperkuat perlindungan sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh wilayah Indonesia.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam
Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan
Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen
Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau
Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana
Babinsa Gresik Turun Langsung ke Kolam Lele Warga, Kisah Roro Fitria Bangkitkan Ekonomi Keluarga Jadi Sorotan
Ekspor Perdana Solar Glass dari KEK Gresik Tembus Pasar India, Bukti Kebangkitan Industri Hijau RI
Telur Kini Turun Jadi Rp28.500/kg! Satgas Pangan Polres Mojokerto Pantau Harga Bapokting di Pasar Raya Mojosari

Berita Terkait

Saturday, 7 March 2026 - 20:29 WIB

Harga Emas Naik, Pembelian di Pegadaian Banyuwangi Melonjak Tajam

Saturday, 7 March 2026 - 16:34 WIB

Panic Buying BBM Menyebar! Warga Bondowoso dan Situbondo Mulai Serbu SPBU, Hiswanamigas Beri Peringatan

Saturday, 7 March 2026 - 15:36 WIB

Stok Menipis, Harga Bawang Prei di Ponorogo Naik Hingga 50 Persen

Friday, 6 March 2026 - 20:50 WIB

Jelang Lebaran 2026, Pemkab Jombang Gelar Pasar Murah EPIK Mobile: Warga Serbu Sembako Harga Terjangkau

Friday, 6 March 2026 - 14:44 WIB

Gerobak Cinta Disalahgunakan? Dinas Koperasi Jember Turun Langsung Door to Door, Pelanggar Bisa Dipidana

Berita Terbaru