Lontong Ludes dalam Sehari! Kampung Lontong Surabaya Panen Order Saat Cap Go Meh

Redaksi UMKM JATIM

- Redaksi

Wednesday, 4 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampung Lontong di Surabaya kebanjiran pesanan lontong Cap Go Meh, produksi melonjak drastis hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Kampung Lontong di Surabaya kebanjiran pesanan lontong Cap Go Meh, produksi melonjak drastis hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Kampung Lontong di Banyu Urip Lor, Surabaya menjadi sorotan publik menjelang dan saat perayaan Cap Go Meh 2026, setelah lonjakan pesanan lontong tradisional yang signifikan terjadi di kawasan tersebut.

Permintaan lontong Cap Go Meh dilaporkan meningkat tajam, bahkan mencapai dua hingga tiga kali lipat dibanding biasanya.

Perayaan Cap Go Meh, yang merupakan malam ke-15 Tahun Baru Imlek, identik dengan sajian lontong sebagai bagian dari budaya kuliner masyarakat.

Tradisi ini menjadi momentum utama bagi para perajin lontong di Kampung Lontong untuk memenuhi permintaan pasar yang melonjak drastis.

Salah satu produsen lontong, Lisnur, menyebut bahwa biasanya produksi harian lontong hanya mencapai sekitar 18–20 keranjang. Namun pada momen Cap Go Meh ini, jumlahnya meningkat pesat menjadi 45 keranjang pada satu hari, dan masih tinggi sepanjang hari puncak perayaan.

Baca Juga :  KPPN Surabaya II Dorong PNBP dan Realisasi Belanja Negara Awal 2025

“Kalau hari biasa kita bikin 18 sampai 20 keranjang. Tapi kalau Cap Go Meh ini bisa dua sampai tiga kali lipat,” ujar Lisnur kepada detikJatim, Selasa (3/3/2026).

Permintaan ini sudah datang sejak dua hari sebelum perayaan, dengan puncaknya tepat di hari Cap Go Meh. Selain lontong kecil yang biasa dijual sekitar Rp 1.300–Rp 1.500 per buah, lontong ukuran besar yang dijual sekitar Rp 3.000 per buah juga turut diburu pembeli di pasar tradisional seperti Pasar Banyu Urip, Pasar Genteng Kali, dan Pasar Pakis.

Tak hanya satu atau dua produsen, hampir seluruh warga Kampung Lontong merasakan dampak lonjakan pesanan ini. Salah seorang warga, Mutiana, mengatakan bahwa tradisi produksi lontong di kampung tersebut sering kali membuat mereka harus bekerja tanpa henti, bahkan bangun sejak dini hari dan menyelesaikan proses produksi hingga menjelang pagi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Baca Juga :  PELNI Resmikan Desa Mandiri Pandanrejo, Batu: Wujud Ketahanan Pangan dan Dukungan Kapal Penumpang

Fenomena ini tidak hanya mencerminkan seksi kuliner lokal yang hidup, tetapi juga bagaimana tradisi budaya seperti Lontong Cap Go Meh menjadi bagian penting dari heritage kuliner yang terus lestari di Surabaya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari
Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing
Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru
Darurat Logistik Jatim! Jumlah PBM Anjlok 70 Persen, Pelaku Usaha Waspadai Ancaman Baru
Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah
Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu
Ratusan Warga Serbu Pasar Murah di Kediri, Khofifah Turun Tangan Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha
Jelang Idul Adha 2026 Sepi Pembeli, Pedagang Hewan Kurban di Malang Keluhkan Omzet Anjlok Drastis

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 11:53 WIB

Telur Bakal Jadi Menu Wajib MBG? Harapan Baru Peternak yang Merugi hingga Rp3 Juta per Hari

Tuesday, 26 May 2026 - 08:51 WIB

Tak Lagi Jualan di Pinggir Jalan! Peternak Malang Raup Cuan Besar Berkat Live Streaming Kambing

Monday, 25 May 2026 - 19:48 WIB

Pamerkan Capaian Moncer, Gus Barra Yakin Mojokerto Siap Jadi Magnet Investasi Baru

Monday, 25 May 2026 - 11:48 WIB

Mojokerto Makin Dilirik Investor! Bupati Albarraa Ungkap Realisasi Investasi Tembus Triliunan Rupiah

Monday, 25 May 2026 - 11:47 WIB

Demi Swasembada Gula Nasional, Jombang Bidik 3.000 Hektar Bongkar Ratoon Tebu

Berita Terbaru